Buleleng, LenteraEsai.id – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengharapkan Ketua Tim Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kecamatan mampu terus berupaya meningkatkan kualitas PAUD.
Hal tersebut terungkap dalam sambutan Bupati yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan Buleleng yang mewakili Bupati melakukan pelantikan Ketua TP PKK dan Bunda Paud Kecamatan Buleleng, Kecamatan Sawan, Kecamatan Seririt, dan Kecamatan Gerokgak. Pelantikan dilakukan di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, Selasa (23/8).
TP PKK merupakan organisasi yang memberdayakan dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. Selain tugas yang tertuang dalam 10 program pokok PKK, TP PKK di kecamatan juga mengemban tugas sebagai Bunda PAUD kecamatan.
“Untuk itu, dalam kesempatan ini saya berharap para Bunda PAUD kecamatan dapat ikut meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan PAUD di kecamatan masing-masing,” ujar Suradnyana.
Suradnyana memaparkan bahwa PAUD adalah tahap pendidikan yang amat penting. Di mana ketika itu anak berada dalam periode usia emas atau golden age. Sebuah periode di mana anak mengalami pertumbuhan otak dan mental yang sangat cepat dan maksimal. Hal terpenting dalam tahap periode ini ialah pola asuh yang tepat.
“Hanya jika pendidikan dan pengasuhan pada periode emas ini dilakukan dengan baik, kita akan berhasil mendidik anak dengan karakter tangguh dan santun. Anak yang sanggup menjawab berbagai tantangan hidup yang akan dihadapinya,” paparnya.
Aries Sujati, salah sorang Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, juga mengungkapkan hal yang selaras. Ia berharap dinas terkait hingga camat dapat mendukung Bunda PAUD untuk meningkatkan kualitas PAUD. Sehingga bermuara pada baiknya pendidikan karakter anak dalam periode usia emas.
“Bagaimana cara kita menggerakkan di desa dengan menggunakan dana ADD-nya untuk meningkatkan kualitas PAUD. Jika kualitas PAUD meningkat, anak-anak akan menjadi manusia yang berkualitas. Memiliki karakter. Kita bentuk dari golden age menjadi anak-anak yang bagus,” ucapnya.
Meningkatkan kualitas PAUD dan tumbuh kembang periode usia emas, menurutnya perlu sinergitas dari berbagai pihak. Ia menyebutkan konsep Holistik dan Integratif, di mana masing-masing dinas terkait berperan aktif dalam satu aspek tumbuh kembang dan pendidikan anak.
“Perlu sinergitas. Ada yang memantau perkembangan anak jangan sampai ada yang stunting, pola asuhnya, juga PMD menggerakkan kepala desa untuk menganggarkan PAUD untuk lebih berkualitas,” ujarnya.
Terakhir, ia menekankan bahwa semua upaya ini adalah bagian untuk mewujudkan bonus demografi Indonesia. Bunda PAUD berperan strategis untuk mempersiapkan anak-anak atau generasi muda cemerlang. Yang pada saatnya nanti, akan memimpin pergerakan bangsa. “Bagaimana kita tidak hanya dapat banyak orang atau anak, tapi benar-benar generasi muda yang berkarakter,” katanya, menegaskan. (LE-BL1)







