Program Padat Karya Berbasis Hewani Desa Sumerta Kelod Tebar 10 Ribu Bibit Ikan Lele

Penaburan 10 ribu bibit ikan lele di Tukad Empelan Turbin Desa Sumerta Kelod. (Foto: Dok Humas Pemkot Denpasar)

Denpasar, LenteraEsai.id – Desa Sumerta Kelod, Kota Denpasar menebar 10 ribu bibit ikan lele ke aliran Tukad Empelan Turbin yang melintang di wilayah desa tersebut pada Sabtu (20/8).

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan program dari Padat Karya Tunai Ketahanan Hewani. Hal ini disampaikan Perbekel Desa Sumerta Kelod I Gusti Ketut Anom Suardana saat dihubungi, Sabtu (20/8)

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam melaksanakan program padat karya berbasis hewani ini melibatkan Komunitas Tukad Empelan Tubin, di mana orang-orang tersebut merupakan warga yang terdampak pandemi Covid-19.

“Sehingga sesuai kebijakan pemerintah pusat dalam program padat karya ini, kami kemudian memperdayakan warga masyarakat yang terdampak Covid-19,” ungkapnya.

Kegiatan ini diikuti 30 orang yang tergabung dalam komunitas, yang berkewajiban memeliara ikan lele yang diberikan, dan tanaman sayuran yang telah ditanam. Setelah panen hasilnya akan dibawa ke Bumdes untuk dijual untuk selanjutnya dikembalikan ke kelompok. Mereka sendiri yang mengelola apakah hasilnya akan dibagi, atau hasil penjualannya akan diputar kembali.

Dalam hal ini, Anom mengatakan bahwa pihak desa membantu mereka dalam pemberian bibit dan terpal untuk membuat kolam lele di aliran Tukad Empelan Turbin.

Dalam upaya menyejahterakan masyarakat di Desa Sumerta Kelod, juga ada Komunitas Mina Mesari yang juga melaksanakan program padat karya tunai. Namun komunitas yang baru ini anggotanya hanya 12 orang.

”Dengan adanya program ini masyarakat bisa terbantu dari dampak Covid-19, sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhan pokoknya sehjari-hari,” ujar Anom, menjelaskan.  (LE-DP) 

Pos terkait