Bupati Hadir pada Gelar Literasi Inklusi Keuangan BPR Bank Buleleng 45

BPR Bank Buleleng 45 Gelar Literasi Inklusi Keuangan. (Foto: Dok Pemkab Buleleng)

Buleleng, LenteraEsai.id – Perusahaan Daerah (PD) BPR Bank Buleleng 45 sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menggelar Literasi dan Inklusi Keuangan melalui program Simpanan Pelajar (SimPel) bekerja sama dengan sekolah di Kabupaten Buleleng.

Penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar di halaman Kantor PD BPR Bank Buleleng 45 pada Senin (15/8) itu, tampak dihadiri Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa.

Bacaan Lainnya

Agus Suradnyana menjelaskan, literasi dan inklusi dengan menggunakan jasa keuangan ini memang sangat diperlukan, apalagi menyasar generasi muda. Jasa keuangan termasuk perbankan didorong untuk memberikan literasi kepada generasi muda mengenai tabungan ataupun menabung di bank.

Dengan demikian, masyarakat bisa mengaksesnya dan kemudian bermanfaat bagi kesejahteraannya. “Lebih cepat, lebih paham. Kemudian ada percaya, bisa mengakses, dan bersatu sehingga lembaga keuangan akan dijadikan alat akselerasi untuk mempercepat meraih kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Direktur Utama PD BPR Bank Buleleng 45 I Nyoman Suarjaya dalam laporannya menyebutkan literasi inklusi keuangan dalam rangka mendorong program percepatan akses keuangan daerah, bersinergi dengan Pemkab Buleleng, BPD Bali dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 114/2020 tentang strategi nasional keuangan inklusi. “Termasuk Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 26/2019 mengenai Hari Indonesia Menabung. Diharapkan program ini dapat meningkatkan literasi keuangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK, dan Kemitraan Pemda OJK Bali Nusra I Nyoman Hermanto Darmawan yang berkesempatan hadir mengatakan, kebijakan inklusi keuangan ini harus ditindaklanjuti dengan lebih gencar, meskipun pada tahun 2021 capaian simpanan pelajar di Indonesia sudah mencapai 46 juta orang atau sekitar 76 persen dari jumlah pelajar yang ada. “Tahun ini kita canangkan kembali, dengan harapan pencapaiannya lebih dari sebelumnya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, mengapa literasi inklusi keuangan ini sangat penting untuk disampaikan kepada generasi muda, karena pemerintah ingin menanamkan kesabaran bagi generasi muda khususnya pelajar. Kemudian, ada kedisiplinan yang diajarkan di sana. Dilanjutkan tindakan menghargai uang dengan kebiasaan menabung bisa tercapai.

“Ketika para pelajar ini sudah disiplin menabung, ketika mereka akan menggunakan uang untuk investasi misalnya, tentunya mereka akan memikirkan risiko yang akan dihadapi,” kata Hermanto Darmawan, menjelaskan. (LE-BL1)

Pos terkait