Denpasar, LenteraEsai.id – Fakultas Kedokteran Universitas Udayana kembali melahirkan Doktor Ilmu Kedokteran baru dalam ujian promosi doktor yang berlangsung di Ruang Sidang Lt III Gedung Pascasarjana Unud di Denpasar, pada Senin (25/7).
Ujin promosi doktor dengan kandidat promovenda dr I Putu Belly Sutrisna SKed MBiomed SpKJ berhasil mempertahankan disertasi yang berjudul ‘Pelatihan Hatha Yoga Adiksi Internet Memperbaiki Ekspresi mRNA Reseptor Dopamin D5, Ekspresi mRNA Nuclear Factor Kappa Actived B-Cells (NFkB) dan Gejala Adiksi Internet pada Remaja’.
Dijelaskan Belly, bahwa adiksi internet adalah suatu bentuk adiksi perilaku atau non zat yang angka prevalensinya semakin meningkat khususnya di era pandemi Covid-19. Hingga saat ini pengobatan standar untuk adiksi internet belum ditetapkan (Li et al, 2020). “Studi tentang penanganan adiksi internet hingga saat ini masih terus perlu dikembangkan dan menjadi sesuatu yang darurat untuk segera ditemukan solusinya,” ungkapnya.
Pelatihan Hatha Yoga Adiksi Internet (HYAI) dikembangkan dari Hatha Yoga untuk dapat mengatasi adiksi internet yang terdiri dari Asana Suryanamaskara, Nadi Shodanam Pranayama, Pratyahara dan meditasi. Pelatihan HYAI dilakukan berdasarkan pedoman olahraga dari American Collage of Sport Medicine (ACSM) dan WHO, yaitu menggunakan metode FITT-VP yang dijabarkan dengan frequency (seberapa sering dilakukan), intensity (seberapa berat pelatihan), time (seberapa lama waktu pelatihan), type (jenis pelatihan), volume (total jumlah pelatihan), dan progression (peningkatan dalam seminggu).
“Sementara pelatihan pada remaja yang dianjurkan olahraga aerobik waktu 150 menit/minggu dalam intensitas sedang,” ungkapnya dalam ujian tersebut.
Penelitian menggunakan rancangan Randomized Community trial Control-Group Pretest-posttest Design, melibatkan sampel remaja usia 15-18 tahun yang mengalami adiksi internet dengan total sampel 34 orang. Sampel yang diperoleh dilakukan random allocation yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Kelompok HYAI dan Kelompok Kontrol.
“Sebanyak 12 partisipan dilakukan analisis pada Kelompok HYAI yang diberikan pelatihan 3 kali/minggu selama 60 menit dalam 8 minggu dan 17 orang pada Kelompok Kontrol diberikan CBT 1 sesi/minggu dalam 8 minggu,” jelas dr Belly Sutrisna.
Penelitian ini adalah penelitian yang pertama kali meneliti tentang efektivitas yoga dari sisi biomolekuler RDD5 dan NFkB pada adiksi internet. Penelitian ini membuktikan bahwa pelatihan HYAI 3 kali/minggu selama 60 menit dalam 8 minggu secara signifikan meningkatkan RDD5 dan menurunkan NFkB yang menjadi dasar dari perbaikan gejala adiksi internet yang diukur dari penurunan skor IAT-Ina.
Ujian promosi doktor siang itu dipimpin oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Dr dr Komang Januartha Putra Pinatih MKes dengan tim penguji sebanyak 10 orang dan undangan akademik sebanyak 5 orang.
Pada kesempatan tersebut, Dr dr I Putu Belly Sutrisna SKed MBiomed SpKJ dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke-352 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat Cumlaude. (LE-DP)
Sumber: www.unud.ac.id







