Petani Nusa Penida Ditemukan Tak Bernyawa Setelah 12 Hari Menghilang

Proses pencarian terhadap I Nyoman Supag, warga Desa Tanglad, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali melibatkan semua pihak, tanpa terkecuali aparat Babinsa dan Bhabinkamtibmas (Foto: Dok Kodim Klungkung)

Klungkung, LenteraEsai.id – Berhari-hari lamanya, seorang petani asal Nusa Penida, Kabupaten Klungkung bernama I Nyoman Supag dinyatakan hilang, sehingga keluarganya menjadi cemas bukan kepalang.

Proses pencarian terhadap I Nyoman Supag, warga Desa Tanglad, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali itu sempat melibatkan semua pihak, tanpa terkecuali aparat Babinsa dan Bhabinkamtibmas desa setempat.

Bacaan Lainnya

I Nyoman Supag dinyatakan hilang sejak 15 Juni 2022 lalu. Warga berusia 67 tahun itu, diketahui berprofesi sebagai petani. Setiap perkebunan di area hilangnya I Nyoman Supag pun ditelusuri oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Pencarian juga melibatkan warga setempat.

Dikonfirmasi terkait proses pencarian yang melibatkan Babinsa itu, Dandim Klungkung Letkol Inf Suhendar Suryaningrat mengatakan, sesuai informasi yang didapat, I Nyoman Supag sebelumnya tak pernah keluar jauh dari rumah.

“Keterangan itu kami dapat dari pihak keluarga,” ujar Dandim Suhendar ketika dihubungi pada Selasa, 28 Juni 2022.

I Nyoman Supag, imbuh Dandim, mengalami kendala penglihatan. Bahkan, setelah mendengar informasi hilangnya warga Desa Tanglad itu, dirinya langsung memerintahkan pihak Koramil untuk segera membantu proses pencarian.

Akhirnya, Nyoman Supag ditemukan di areal perkebunan sudah dalam keadaan tidak lagi bernyawa setelah selama 12 hari menghilang meninggalkan rumah. “Jenazahnya sudah kami serahkan ke pihak keluarga,” ujar Dandim, menyampaikan. 

Baik Dandim maupun pihak kepolisian yang turun ke lokasi kejadian, belum dapat menjelaskan dengan pasti mengenai penyebab meninggal dunianya korban, karena masih harus dilakukan penyelidikan dengan lebih seksama. Namun demikian, ada dugaan bahwa Nyoman Supag tewas setelah terlunta-lunta tak bisa pulang sehubungan penglihatan yang terbatas.  (LE-KL) 

Pos terkait