judul gambar
BulelengHeadlinesNews

Rumah Milik Penggarap di Atas Lahan Sengketa di Tejakula Dibakar Massa

Buleleng, LenteraEsai.id – Sebuah rumah tinggal milik penggarap lahan yang tengah disengketakan di Banjar Dinas Batugambir, Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Kamis (9/6) pagi dirusak dan dibakar massa.

Massa yang tiba-tiba begitu beringas juga merusak dan membakar sebuah kadang sapi yang berada di dekat rumah tinggal si penggarap lahan yang tengah disengketakan tersebut.

Akibat tindakan yang dinilai brutal itu, pemilik rumah Sahrudin (26), kemudian datang melapor kepada pihak Polsek Tejakula guna diambil langkah-langkah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kapolsek Tejakula AKP Ida Bagus Astawa ketika dihubungi wartawan siang harinya, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan dari korban yang rumah tinggal dan kandang sapinya telah dirusak dan dibakar massa.

“Kami sudah menurunkan tim ke lokasi kejadian guna melakukan olah TKP dan meminta keterangan kepada para saksi, sekaligus mengambil langkah-langkah pengamanan yang diperlukan,” ujar Kapolsek IB Astawa, menjelaskan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pendaluan, lanjut Kapolsek, diketahui bahwa aksi massa yang melibatkan sekitar 150 warga itu terjadi sekitar pukul 08.00 Wita, usai warga Desa Adat Julah melakukan persembahyangan bersama dan gotong royong di atas lahan tanah sengketa di Banjar Dinas Batugambir.

Ketika Kelian Adat Desa Julah, I Ketut Sidemen SPd, membacakan beberapa silsilah tanah yang disengketakan dan hasil putusan PTUN, tiba-tiba terdengan suara benturan yang berasal dari pelemparan batu yang mengarah ke rumah penggarap lahan sengketa tersebut.

Bersamaan dengan itu, beberapa orang dari sekitar 150 warga yang hadir dalam kegiatan gotong royong itu pun merasa terpancing hingga kemudian ikut melakukan aksi pelemparan batu ke rumah milik Sahrudin.

Situasi semakin tidak terkendali ketika massa melakukan aksi perusakan dan pembakaran rumah berikut kandang sapi yang terdapat di lahan yang tengah disengketakan itu.

Akibatnya, Sahrudin, si pemilik rumah dan kadang sapit, mengalami kerugian yang cukup besar setelah rumah beserta isinya hangus dilahap kobaran api yang begitu besar, ujar AKP IB Astawa, menjelaskan.

Begitu menerima laporan, aparat Polsek Tejakula yang dipimpin langsung Kapolsek AKP IB Astawa langsung melakukan olah TKP dan meminta bantuan kepada pemadam kebakaran setempat untuk segera memadamkan kobaran api yang tampak semakin membesar.

Selain itu, pihak Polsek juga menghubungi petugas PLN untuk secepatnya memutus aliran listrik ke rumah milik korban yang sedang terbakar.

Hingga saat ini, Polsek Tejakula masih melakukan proses penyelidikan terhadap kejadian tersebut dengan meminta keterangan beberapa saksi yang melihat langsung aksi perusakan dan pembakaran itu.

“Kami masih meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap peristiwa yang terjadi,” kata Kapolsek tanpa merinci pihak-pihak yang terlibat dalam masalah sengketa lahan di wilayah Banjar Dinas Batugambir itu. (LE-BL)

Lenteraesai.id