Dosen asal Kupang Raih Gelar Doktor Linguistik di FIB Unud Berkat Penelitian Bahasa Waijewa

Promosi Doktor dengan promovenda Dias Pora Tualaka secara hybrid di ruang Dr Ir Soekarno, Gedung Poerbatjaraka, FIB Unud (Foto: Dok Humas Unud)

Denpasar, LenteraEsai.id – Program Studi Linguistik Program Doktor, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana menyelenggarakan promosi doktor dengan promovenda Dias Pora Tualaka secara hybrid di ruang Dr Ir Soekarno, Gedung Poerbatjaraka FIB Unud, Denpasar pada Kamis, 19 Mei 2022.

Promovenda adalah dosen Universitas PGRI 1945 Kupang, NTT. Ujian terbuka dipimpin oleh Dekan FIB Unud Dr Made Sri Satyawati SS MHum didampingi oleh Koordinator Program Studi Linguistik Program Doktor, Prof Dr Ketut Artawa MA.

Bacaan Lainnya

Dalam ujian terbuka, Dias Pora Tualaka berhasil mempertahankan disertasi dengan judul ‘Kebertahanan dan Kebergeseran Khazanah Bahasa Lingkungan Pertanian Guyub Tutur Bahasa Waijewa’. Setelah melalui tahapan ujian terbuka, Dias Pora Tualaka dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dan merupakan Doktor ke-164 di FIB Unud dan Doktor ke-204 di Program Studi Linguistik Program Doktor.

Tim penguji terdiri atas Prof Dr Ketut Artawa MA, Prof Dr Made Budiarsa MA, Prof Dr I Wayan Simpen MHum, Prof Dr I Ketut Darma Laksana MHum, Prof Dr Drs Ida Bagus Putra Yadya MA, Prof Dr Putu Kerti Nitiasih MA, Dr Dra Ni Luh Nyoman Seri Malini MHum dan Dr Dra Ni Wayan Sukarini MHum.

Fenomena perubahan lingkungan alam menjadi salah satu fokus perhatian Dias Pora untuk mengungkapkan perubahan fenomena kebahasaan yang hidup dalam guyub tutur bahasa Waijewa. Dalam penelitiannya, Dias Pora mengungkapkan bahwa leksikon pertanian bahasa Waijewa dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian, yakni: (1) bentuk, yang meliputi bentuk dasar dan majemuk; (2) kategori, yang meliputi nomina, verba, dan adjektiva; dan (3) komponen, yang meliputi komponen biotik dan abiotik.

Temuan di lapangan terhadap sejumlah leksikon pertanian guyub tutur bahasa Waijewa menunjukkan hasil yang tidak mengecewakan. Meskipun telah banyak dari jumlah leksikon tersebut terancam punah ataupun telah punah, sejumlah leksikon ternyata masih bisa bertahan hingga saat ini.

Prof Dr Ketut Artawa, selaku promotor menyampaikan bahwa temuan yang menonjol dalam disertasi yang dihasilkan oleh Dias Pora adalah dinamika kebertahanan bahasa Waijewa yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

“Faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi keberlangsungan dan kebertahanan bahasa Waijewa dan ditulis dalam disertasi memberikan sumbangsih yang besar terhadap usaha melestarikan dan mempertahankan bahasa,” ujarnya.

Sumber: www.unud.ac.id

Pos terkait