BPD Bali Serahkan CSR, RS Unud Terima 4 Unit Motor Untuk Dijadikan Ambulance

CSR 4 unit motor ini merupakan bentuk dukungan BPD Bali untuk persiapan program unggulan RS UNUD yang akan segera dilaunching yaitu ECU (Foto: Dok Humas Unud)

Denpasar, LenteraEsai.id – IGD Rumah Sakit (RS) Universitas Udayana (Unud), pada Kamis (31/3) menerima CSR dari Bank BPD Bali berupa 4 unit sepeda motor yang akan dijadikan ambulance motor oleh Tim ECU (Emergency Call Udayana) di RS tersebut.

CSR ini merupakan bentuk dukungan BPD Bali untuk persiapan program unggulan RS Unud yang akan segera dilaunching, yaitu ECU.

Bacaan Lainnya

Salah satu target wajib pada RS milik Kemenristekdikti itu adalah memiliki suatu keunggulan. Keunggulan yang ingin diciptakan RS Unud adalah perluasan cakupan pelayanan dengan mengembangkan pelayanan travel medicine, di antaranya membentuk unit Emergency Call Udayana (ECU).

Tujuan unit ini untuk memberikan pelayanan pertolongan emergency kepada masyarakat Bali dan tamu yang berkunjung, khususnya di wilayah Kabupaten Badung bagian selatan. Penggagas tim ECU, dr IGN Mahaalit Aribawa SpAn-KFR FIPM mengatakan bahwa pembentukan Tim Emergency Call Udayana (ECU) didasari kebutuhan dalam bidang penanganan kegawatdaruratan secara cepat, akurat dan profesional.

Waktu respon dan penanganan menjadi kunci keberhasilan. Sayangnya saat ini di Bali, khususnya di Kabupaten Badung bagian selatan yang merupakan pusat pariwisata Bali, alur pelayanan kasus darurat tidak jelas, masih panjang dan berbelit, di samping juga tingkat pemahaman masyarakat mengenai akses ke pelayanan kesehatan masih belum merata, ucapnya.

RS Unud berinovasi mengembangkan Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu/Public Safety Center (PSC) yang berbasis Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) sesuai PMK No.19 Tahun 2016 tentang Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu.

Direktur Utama RS Unud Prof Dr dr I Dewa Made Sukrama MSi SpMK(K) menyatakan, keberadaan Tim ECU akan membantu menurunkan angka kesakitan dan kematian traveler dan warga masyarakat Bali.

Kecelakaan lalu lintas selama ini sering terjadi dan menjadi penyebab kematian tertinggi traveller di negara berkembang, maupun kecelakaan saat pelancong melakukan kegiatan wisata.

Kecelakaan itu seperti tenggelam di laut, kecelakaan kapal laut maupun kecelakaan saat atraksi wisata, atau akibat sakit lainnya yang banyak terdapat di Bali, khususnya di area wisata Bali bagian selatan. Misalnya serangan jantung yang kejadiannya cukup tinggi. Karenanya, mendesak diperlukan Tim ECU.

“Tim ECU ini bukan hanya bertugas menangani para traveler, tapi juga menangani seluruh lapisan masyarakat yang memerlukannya,” ujar Prof Sukrama, menandaskan. (LE-DP/www.unud.ac.id) 

Pos terkait