Singaraja, LenteraEsai.id – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana melantik dan mengambil sumpah lima pejabat tinggi pratama di lingkup Pemkab Buleleng, Bali bagian utara. Empat orang yang dilantik itu merupakan hasil lelang jabatan, dan satu orang pengisian jabatan.
Selain terhadap lima pejabat tinggi pratama, pelantikan dan pengambilan sumpah pagi itu juga dilakukan terhadap 14 pejabat administrator yang diselenggarakan secara daring dan luring dari Ruang Rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng di Singaraja, Selasa (22/3).
Empat pejabat tinggi pratama hasil lelang yang dilantik dan diambil sumpahnya adalah Made Supartawan sebagai Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Daerah (Balitbang Inovda), I Gede Arya Suardana yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Banjar sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), I Nyoman Wisandika sebagai Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud), dan Komang Kappa Tri Aryandono sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Sedangkan untuk pengisian sebanyak satu orang yaitu Putu Ayu Reika Nurhaeni sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Ditemui usai pelantikan, Bupati Agus Suradnyana mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk lebih adaptif menghadapi segala macam persoalan. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini dan tantangan disrupsi di berbagai bidang. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan kompetensi menjadi kunci dalam menjalani tugas di era seperti sekarang ini. Lebih cepat dalam bekerja, dan tentunya juga harus lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Mulailah bekerja keras dan berinovasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Buleleng. Jadi pejabat dulu dengan sekarang jelas sangat berbeda. Kita saat ini harus lebih sigap khususnya dalam melayani masyarakat,” kata Bupati, menekankan.
Dikatakan, beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) juga akan mengalami kekosongan kepemimpinan. Ini dikarenakan pejabat pimpinan tinggi pratama menjalani masa purna tugas. SKPD-SKPD tersebut di antaranya Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) serta Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD).
Kemudian juga ada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), di mana pimpinannya baru saja mutasi ke Bappeda. “Nanti yang kosong ini akan dilakukan lelang jabatan. Mungkin pada bulan Mei ada lelang jabatan lagi,” ucap Agus Suradnyana, mengungkapkan. (LE-Bul1)







