Denpasar, LenteraEsai.id – Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk dianugerahi Sabuk Hitam Dan Kehormatan dari perguruan bela diri Inkai, bertempat di Ruang Darmawangsa Kemenkumham Bali di Denpasar pada Selasa, 28 Desember 2021.
Kegiatan tersebut tampak dihadiri Wakil Ketua Umum PP Inkai Prof Benny Riyanto, Sekretaris Dewan Guru PP Inkai Edi Mursalin, Sekjen PP Inkai Syamsudin, Ketua Inkai Provinsi Bali, Ketua MSH (Majelis Sabuk Hitam) Bali, Pimpinan Tinggi Pratama dan Kepala Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kanwil Kemenkumham Bali.
Penganugerahan Sabuk Hitam Dan Kehormatan Inkai kepada Kakanwil Kemenkumham Bali diberikan secara langsung oleh Sekretaris Dewan Guru PP Inkai didampingi Wakil Ketua Umum PP Inkai.
Dalam sambutannya Kakanwil Kemenkumham Bali menyampaikan ucapan terima kasih atas penganugerahan Sabuk Hitam Dan Kehormatan Inkai, serta berharap ke depan Inkai dapat terus meningkatkan prestasi khususnya di bidang olahraga baik nasional maupun internasional.
Gelar ini diberikan kepada institusi yang berkontribusi dan berjasa besar atas perkembangan dalam membentuk sumber daya manusia melalui Karate-Do perguruan Inkai. “Dengan beladiri karate kita dapat menumbuhkan jiwa yang kuat serta mempunyai rasa percaya diri dalam mengendalikan setiap permasalahan dalam pelaksanaan tugas pada Kementerian Hukum dan HAM,” ujar Jamaruli Manihuruk
Wakil II Ketua Umum PP Inkai Prof Benny Riyanto dalam sambutnnya menyampaikan bahwa dalam membangun Kementerian Hukum dan HAM perlu menjaga persoalan integritas dan rasa percaya diri karena ada dua bidang di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM yang sangat membutuhkan integritas, ketahanan diri, percaya diri serta kemampuan untuk membela diri yaitu bagian yang berhubungan langsung dengan masyarakat seperti pada Pemasyarakatan dan Keimigrasian.
“Diharapkan nantinya dengan adanya kegiatan ini dapat membangun kerja sama untuk membuka dojo Karate pada Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kanwil Kemenkumham Bali. Hal ini sangat penting dilakukan karena merupakan simbiosis mutualisme, di mana di satu sisi Inkai ingin berkontribusi untuk menerapkan 5 makna sumpah karate dan bagi Kementerian Hukum dan HAM dibutuhkan petugas yang tangguh tidak hanya dari fisik tetapi juga dari psikis,” ujar Prof Benny Riyanto.
Prof Benny menyampaikan ucapan selamat kepada Kanwil Kemenkumham Bali atas predikat Wilayah Bebas dari Korupsi yang telah diraih karena menunjukkan komitmen seluruh jajaran di lingkungan Kanwil Kemenkumham Bali dalam pembangunan Zona Integritas yang nantinya akan dapat diperkuat dengan dilatih karate serta menjiwai 5 makna sumpah karate tersebut.
Di akhir kegiatan, Institut Karate-DO Indonesia Provinsi Bali mendemonstrasikan karate Self Defense dan Kata yang tampak ditampilkan dengan begitu cekatan dan rapi. (LE-DP)







