Denpasar, LenteraEsai.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) IGA Bintang Darmawati bersama Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, memperkuat sinergi dan kolaborasi program, serta kegiatan khususnya terkait percepatan penurunan stunting di tingkat pusat hingga daerah untuk mendukung tercapainya target penurunan angka stunting menjadi 14 persen pada 2024 mendatang.
Di mana kali ini Kementerian PPPA dan BKKBN bersinergitas bersama Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara melaksanakan Pendatanganan Komitmen Bersama Pencanangan Desa Ramah Perempuan, Peduli Anak dan Desa Bebas Stunting serta Kampung Keluarga Berkualitas pada Selasa (23/11), di Teba Majelangu Desa Kesiman Kertalangu Denpasar.
Tampak hadir juga dalam kesempatan ini, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Denpasar Gusti Ngurah Gede, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny Sagung Antari Jaya Negara, istri Wakil Wali Kota Denpasar Ny Ayu Kristi Arya Wibawa, serta instasi dan perangkat daerah terkait lainnya.
Kemen PPPA, kata Bintang Dramawati, telah melakukan berbagai upaya, di antaranya melalui Program Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan (RP3), Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), berbagai program pencegahan stunting yang terintegrasi dalam Puskesmas Ramah Anak, Sekolah Ramah Anak, Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA), Pusat Kreativitas Anak, memperkuat sinergi dengan jaringan Forum Anak, dan pemberian edukasi mengenai perkawinan anak dan kehamilan di usia dini yang terus digalakkan hingga tingkat akar rumput, serta optimalisasi layanan rujukan akhir bagi korban kekerasan perempuan dan anak, melalui layanan SAPA 129.
“Kami juga terus memperkuat kelembagaan dan peran serta masyarakat, serta memberikan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Perlindungan Perempuan dan Anak kepada pemerintah daerah yang kali ini komitmen dengan Pemerintah Kota Denpasar. Hal ini bertujuan untuk membantu daerah meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Di mana saya sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Denpasar karena telah berperan aktif dalam menanggulangi masalah perempuan dan anak,” kata Bintang Darmawati.
Sementara Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengungkapkan, melalui mandat Peraturan Presiden (Perpres) No.72/2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting diharapkan pemerintah daerah melalui para Kepala Dinas dapat menggerakkan para pemangku kepentingan termasuk masyarakat luas untuk bersinergi sehingga menjadi kekuatan besar dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.
“Melalui Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN AKSI), pemerintah melalui BKKBN berupaya menajamkan intervensi dari hulu untuk mencegah anak terlahir dengan kondisi stunting. Faktor sensitif seperti lingkungan yang kumuh, sanitasi tidak baik, serta kemiskinan menjadi perhatian penting, namun faktor spesifik yaitu pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, bahkan mulai dari proses sebelum menikah hingga setelah melahirkan, proses ini harus dikawal bersama-sama,” jelas Hasto.
Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menyambut baik dilakukannya percepatan penurunan stunting dan penandatanganan komitmen desa ramah perempuan dan peduli anak, serta pencanangan desa ramah perempuan dan peduli anak (DRPPA), kampung keluarga berkualitas (KKB), dan desa bebas stunting yang kini digelar di Desa Kesiman Kertalangu. Kota Denpasar.
Pencanangan kampung keluarga berkualitas di Desa Kesiman Kertalangu adalah upaya mendekatkan pelayanan dan pembangunan sektor terintegrasi ke desa. Sehingga diharapkan dapat mewujudkan pembangunan keluarga yang lebih berkualitas. Di Desa Kesiman Kertalangu sendiri capaian persentase aseptor KB cukup tinggi karena telah secara rutin mengadakan pelayanan KB gratis yang diselenggarakan oleh Dinas PPP3AP2KB.
Dengan dilaksanakannya pencanangan dan pendatanganan komitmen bersama pada hari ini diharapkan dapat mendorong seluruh komponen untuk mencapai kemajuan pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang pembangunan serta dapat mendorong semua pihak untuk memberikan perhatian akan pentingnya eksistensi perempuan dan anak dalam berbagai sektor yang akan dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak dan kemajuan perempuan dan anak serta memberikan keyakinan besar bahwa apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya, ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan Piala Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dan Kota Layak Anak (KLA) dari Menteri PPPA RI Kepada Wali Kota Denpasar. Dan penyerahan PMT serta paket sayuran dan olahan ikan kepada ibu hamil, balita gizi kurang, dan balita terindikasi stunting serta penyerahan permainan anak, Pencanangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, Kampung Keluarga Berkualitas dan Desa Bebas Stunting, serta penanaman padi bersama anak-anak. (LE-DP)







