Singaraja, LenteraEsai.id – Guna mempersiapkan langkah-langkah antisipasi dampak La Nina yang biasanya diwarnai curah hujan yang sangat lebat, Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar rapat Kesiapsiagaan Bencana, di Gedung Unit IV Kantor Bupati Buleleng di Singaraja, Selasa (23/11).
Rapat yang diikuti sejumlah instansi terkait tampak dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Gede Suyasa.
Ditemui seusai rapat, Sekda Suyasa mengatakan bahwa dari hasil pemaparan pihak BMKG, La Nina merupakan anomali suhu yang berdampak pada peningkatan curah hujan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng akan mengingatkan melalui surat edaran tentang langkah-langkah yang harus dilakukan semua pihak dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Langkah-langkah yang harus dilakukan tentu sesuai dengan yang direkomendasi oleh BMKG, termasuk masukan dari para peserta rapat. “Ini kami lakukan agar menjadi pedoman di setiap institusi termasuk juga kepala wilayah, baik itu camat, perbekel, maupun yang lainnya,” ucapnya.
Terkait dengan koordinasi lapangan, Sekda Suyasa menyampaikan pihak BPBD Kabupaten Buleleng menyiapkan skema-skema jikalau nantinya terjadi pengaruh La Nina dalam satu kawasan tertentu. “Ini tentu kita baru antisipasi dan mudah-mudahan tidak berdampak yang lebih jauh,” katanya, berharap.
Lebih lanjut, Suyasa menjelaskan, pada bulan Februari tahun depan, di Kabupaten Buleleng disebutkan memiliki curah hujan yang tinggi. Hal itu berdasarkan pemaparan dari pihak BMKG yang ambil bagian dalam rapat.
Suyasa menyebutkan, setiap tahunnya Pemerintah Kabupaten Buleleng dan masyarakat sendiri melakukan antisipasi terjadinya bencana alam dengan melakukan pembersihan sungai, menghindari pembuangan sampah sembarangan, pemapasan pohon-pohon yang ada di jalan.
“Masyarakat juga telah diingatkan untuk segera melaporkan jika ada potensi bencana di suatu tempat, sehingga secepatnya pula dapat dilakukan penanganan,” ujar Sekda Suyasa, menjelaskan.
Sementara itu, ditempat yang sama, Dwi Hartanto selaku Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III mengatakan, fenomena La Nina telah mengakibatkan Bali pada umumnya, dan Buleleng pada khususnya, sering mengalami hujan deras. Ini sudah dirasakan sejak satu bulan terakhir.
“Perlu diingat, bahwa La Nina itu bukan badai tropis, tetapi hanya fenomena alam yang menambah intensitas curah hujan. Jadi itu suatu informasi penting yang kami sampaikan ke masyarakat,” ujarnya.
Maka dari itu, lanjut dia, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun harus tetap waspada dan melakukan antisipasi mitigasi dengan menebang pohon yang sudah tua, membersihkan sungai atau got, memasang rambu-rambu rawan longsor dan lain sebagainya.
Selain mitigasi harus dilakukan, juga respon cepat terhadap informasi terkait cuaca ekstrem dari BMGK, sangat perlu dilakukan. “Pemkab bisa langsung melihat seberapa besar dampak curah hujan yang akan terjadi,” ucapnya, menandaskan. (LE-BL)







