Singaraja, LenteraEsai.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali bagian utara, mendadak dihebohkan dengan kejadian yang tidak biasa.
Di mana kejadian ini bukan dikarenakan adanya bentrok sesama warga binaan atau ada peristiwa alam. Melainkan karena ulah seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang kedapatan melakukan upaya bunuh diri atau mencoba mengakhiri hidup dengan cara meminum cairan detergen.
Komandan Jaga Lapas pada saat kejadian, Minggu (21/11) mengatakan, aksi minum cairan detergen untuk maksud bunuh diri dilakukan seorang WBP atau narapidana pada malam hari sekitar pukul 21.00 Wita.
Melihat ada seseorang yang melalukan percobaan bunuh diri, WBP lainnya sontak segera membunyikan alarm yang tersambung langsung ke Pos Komandan Jaga. Mendengar itu, Kepala Lapas Kelas IIB Singaraja Mut Zaini bersama petugas blok dan perwira piket yang sedang melalukan kontrol ke dalam blok, langsung menuju ke tempat kejadian.
Atas perintah Kalapas, petugas segera mengambil langkah cepat dengan menghubungi petugas kesehatan Lapas yang kemudian diarahkan langsung menuju ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, WBP tersebut mendapatkan penanganan lebih lanjut didampingi petugas kesehatan, petugas jaga, dan perwira piket.
Kalapas Singaraja Mut Zaini menyampaikan bahwa WBP tersebut tidak pernah memiliki masalah ataupun pelanggaran di dalam Lapas. Dugaan sementara WBP meminum cairan detergen dikarenakan adanya masalah pribadi yang tidak ada kaitannya dengan Lapas.
“Langkah cepat sudah kami ambil dengan langsung membawa warga binaan tersebut ke rumah sakit guna mendapati perawatan lebih lanjut. Kami harap kejadian ini tidak terulang kembali,” ujar Kalapas Zaini.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Jamaruli Manihuruk mengatakan, saat ini pihak Lapas Kelas IIB Singaraja masih mendalami penyebab dari upaya bunuh diri yang dilakukan oleh seorang WBP tersebut.
Kakanwil menyampaikan apresiasi atas kesigapan dari Kepala Lapas Kelas IIB Singaraja beserta jajarannya dalam penanganan upaya bunuh diri yang dilakukan salah seorang WBP Lapas Kelas IIB Singaraja, sehingga yang bersangkutan bisa diselamatkan. (LE-BL)







