Jember, LenteraEsai.id – Musibah banjir terjadi di wilayah Jember, Jawa Timur, sehingga ratusan warga yang tempat tinggalnya terendam air terpaksa harus mengungsi ke lokasi yang terbebas dari genangan.
Sedikitnya 200 warga dari sejumlah desa di empat kecamatan Kabupaten Jember, kini tempat tinggalnya ‘terkepung’ banjir hingga memutuskan untuk pergi mengungsi, antara lain ke Balai Desa Pondok Joyo. Demikian dilaporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember pada Rabu (10/11) malam pukul 20.00 WIB.
Ketinggian air di kawasan rumah penduduk berkisar antara 30 – 70 sentimeter. Kondisi tanah yang labil juga telah menyebabkan longsor yang material longsorannya menutup akses jalan ke arah wisata Gunung Gambir.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari PhD menyebutkan, kerugian material sebagai dampak dari kejadian itu meliputi 116 unit rumah, 1 unit musholla, 1 unit jembatan dan 1 gedung sekolah menengah pertama terendan banjir.
Adapun lokasi yang terdampak meliputi sejumlah desa di empat kecamatan, yakni Desa Manggisan di Kecamatan Tanggul, Desa Pondok Joyo dan Pondok Dalem di Kecamatan Semboro, Desa Kramat Sukoharjo di Kecamatan Tanggul, dan Desa Gelang di Kecamatan Sumberbaru, ucapnya.
BPBD Kabupaten Jember bersama tim gabungan menuju ke lokasi kejadian guna melakukan pendataan dan evakuasi korban terdampak. Distribusi logistik bagi para pengungsi dilakukan di Balai Desa Pondok Joyo. Hingga kini, tim gabungan terus berupaya melakukan penanganan darurat pascabanjir dan tanah longsor serta mengantisipasi adanya potensi longsor susulan.
Potensi fenomena La Nina yang telah dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih dapat terjadi hingga Februari 2022. Hal ini dapat berdampak pada sejumlah perubahan intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
BNPB mengimbau untuk seluruh perangkat daerah setempat dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Pemanfaatan lahan dalam pembangunan hendaknya memperhatikan analisis dampak lingkungan.
Penguatan unsur tanah juga diperlukan dengan melakukan penanaman pohon, terlebih saat terjadinya hujan karena akan memicu pergerakan tanah yang dapat mengakibatkan longsor, kata Abdul Muhari, menekankan. (LE-JB)







