Buleleng, LenteraEsai.id – Kejadian naas dialami oleh seorang kakek berusia 71 tahun bernama Abdul Rajak, penduduk Banjar Dinas Mandarsari, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.
Bertepatan pada Hari Raya Galungan, Rabu tanggal 10 November 2021 pukul 09.00 Wita, Rajak berpamitan pada keluarganya hendak pergi melaut menangkap ikan, seperti keseharian yang biasa ia dijalani.
Sehari-hari, Rajak memang bekerja sebagai nelayan yang melaut untuk mencari ikan hias atau gurita dengan menggunakan sampan dan alat menyelam kompresor. Dia biasa melaut di wilayah Perairan Takat Samasi.
Sekitar pukul 13.00 Wita, anak korban bernama Ramansa (35), mendadak mendapatkan informasi dari sejumlah nelayan yang mengaku melihat perahu milik Rajak di tengah laut tanpa ada orangnya.. “Perahu ditemukan tidak dengan orangnya, sementara mesin kompresor dalam keadaan hidup. Anehnya, dakor atau alat untuk bernafas di dalam air, masih ada di atas perahu,” kata Ramansa.
Setelah mendapatkan informasi itu, Ramansa didampingi keluarga dan sejumlah nelayan kemudian melakukan pencarian ke perairan, khususnya di sekitar lokasi perahu ditemukan.
Akhinya, sore itu sekitar pukul 16.00 Wita, Rajak ditemukan oleh nelayan bernama Mohtar (60). Lokasi penemuan korban di sebelah barat TKP, berjarak sekitar 150 meter. Ketika ditemukan, Rajak dalam keadaan mengapung di permukaan air dan sudah meninggal dunia.
Jenazah Rajak kemudian dievakuasi menuju rumahnya. Pihak keluarga mengikhlaskan kematian korban, dikarenakan tidak diketemukan adanya tanda-tanda bekas aksi kekerasan di tubuh Rajak. (LE-BL)







