Klungkung, LentwraEsai.id – Perjuangan totalitas sejak masih walaka tahun 1990-an, Agus Indra Udayana akhirnya memperoleh anugerah terhormat dari negeri Bharata Warsa India, yakni ‘Padma Shri Award’ bersama tujuh orang lainnya dari sejumlah negara.
Agus Indra Udayana yang adalah putra dari pasangan Guru Lingsir Ketut Oka dan Anak Agung Ayu Aryani Oka (Alm) itu, kini diketahui telah mengambil jalan menepi sebagai sulinggih yang dikenal dengan nama Ida Rsi Putra Manuaba.
Lewat perjalanan panjang sebagai Sosial Worker (Karma Yogi), akhirnya mendapatkan anugerah terhormat ‘Padma Shri Award’ dari Presiden India bersama 7 orang lainnya masing-masing dari Indonesia, USA, Bangladesh, Brazil dan Srilangk.
Award itu merupakan penghargaan tertinggi keempat untuk warga India dan luar India, yang diberikan Pemerintah India setelah Bharat Ratna, Padma Vibhusan dan Padma Bhusan. Penghargaan itu diberikan setiap tahun, yakni diumumkan pada perayaan Hari Republik India.
Dengan bukti nyata ini, banyak kalangan yang menyatakan salut, angkat topi atas award terhormat yang diterima warga luar India Ida Rsi Putra Manuaba ini. Anugerah dan berkah terbaik memang tak pernah ‘menghianati’ hasil dari perjuangan totalitas Ida Rsi sejak masih walaka, yang kemudian diketaui memutuskan menjadi Wiku Brahmachari/Wiku Ngeraga.
Tidak bisa dipungkiri, eksistensi Hyang Widhi Wasa lah yang sejatinya nyata dan hakiki. Sering dikatakan Goesti ora sare, ya itu benar Tuhan tidak pernah tidur. Bukti nyata itu, seakan menegaskan kepada kita, Brahman memang selalu hadir, memantau, menyertai dengan penuh kasih menginspirasi, memotivasi kinerja kita. Karena itu, ketika kita melakukan sesuatu dengan tanpa pemerih dan penuh totalitas, dengan pelayanan penuh kasih Wasudaiwa Kutumbhakam-berlandaskan semuanya saudara , sebagai Sang Wiku Ngeraga lakukan, maka merupakan keniscayaan anugerah terhormat itu pasti diterima.
Padma Shri Award yang diterima melengkapi pengabdian sungguh sungguh Ida Rsi Putra Manuaba yang sebelumnya juga dianugerahi Internasional Jamnalal Bajaj Award 2011 yang termuda sampai sekarang menerima penghargaan bergengsi yang eksistensinya dikenal dengan kesantunannya menyebarkan Nilai Gandhi di Outside India dalam grassroot yang nyata, di bidang kemanusiaan secara nyata yakni mengaplikasi nilai nilai humanis yang berlandaskan kerja keras secara mandiri, dalam paradigma disiplin beliau disebut swadesi. Selain itu berdasarkan satwik dan mardawa yang menerapkan ahimsa . Juga berkreativitas dan interaksi Inovatif Kolaboratif dan Inklusif di masyarakat dengan landasan Satya dan Dharma.
Kepemimpinannya yang humble, wise dan smart, Sang Wiku Ngeraga di Ashram Gandhi Puri, senantiasa penuh warna adaptif, dengan kreasi dan inovasi yang tercipta up to date. Pastinya , melalui transformasi pendidikannya baik non formal, formal dan informal. Landasan kurikulum
yang didesain di Ashramnya nan Asri di Desa Pasekbali, Klungkung, benar benar demi membangun regenerasi cerdas , menyiapkan anak bangsa memperoleh bekal kompetensi holistik, sehingga pada akhirnya, tercipta estafet kepemimpinan yang cerdas, dengan digawang dengan nilai nilai humanis sehingga selalu terkoneksikan dalam peradaban keabadian sesungguhnya .
Ida Rsi Putra Manuaba, secara riil. mengantarkan anak anak Bali, Lombok,Lampung , Sulawesi yang cerdas, yang tanpa didukung finansial memadai lalu diberikan beasiswa, kemudian menjadikan anak- anak yang siap mengaum bak “harimau” memiliki prestasi, bermartabat. Hasilnya binaat intensif sisia atau lebih dikenal dengan nama Shantisena beliau, akhirnya memperoleh scolarshif, dan gelar Ph D ( doktor) di India, Master, S-1, Diploma, Short Course Yoga dan Leadership, bahkan saat ini sudah mampu berkarya dengan kompetensinya masing masing baik di lembaga formil, non formil.
Program yang konsisten dari 12 Januari 2001 Indonesia India Sanggam mengajak Shantisena mau pun Dharma Duta Ashram Gandhi Puri ke India dengan spirit Melali Metimpal Melajah Meyadnya ratusan anak muda Bali sudah diajak intinya kata beliau setiap langkah jangan lupa “Preserve Our Heritage,Promoting Our Culture, and Connecting People” ini akan menjadi spirit jati diri dan kerjasama jangka panjang bagi anak muda kedua negara.
Akhirnya teladan melalui contoh nyata yang sudah digapai Ida Rsi Putra Manuaba, bisa dijadikan semangat dan motivasi, untuk kita bekerja totalitas, penuh pelayanan tanpa pamerih, mengantarkan generasi mencapai the golden achievement, sehingga kehadiran kita dalam “karma bumi” mendapat ganjaran yang sepadan dari Hyang Widhi Wasa, kesuksesan yang dicapai Sang Wiku Ngeraga asal Griya Agung Indra Gandhi Manuaba, Br Jabon Desa Sampalan Tengah, Klungkung.
Ini juga menjadi sejarah setelah beliau melinggih mediksa menjadi sulinggih 28 Oktober 2019 mendapatkan bintang penghargaan tertinggi Padma Shri Award 2020 dari Presiden India Ram Nath Kovind yang diserahkan di Rastrapati Bhavan Istana Presiden India tgl 8 November 2021. Dihadiri Perdana Menteri Narendra Modi dan Wakil Presiden vankainaidu , Finance minister of India nirmla sitarmana , home minister of India Amit shah.
Ida Rsi menjadi sulinggih Indonesia pertama menerima Padma Shri Award. Akan menjadi sejarah baru bagi Ida Rsi Putra Manuaba untuk lebih erat membangun jaringan persaudaraan dengan masyarakat India, mengenalkan situs Perjalanan Ida Rshi Markandeya di Bali di mana situs nya sampai sekarang masih di dapatkan di Pura Gunung Lebah ,Ubud Gianyar.
Ida Rsi Putra Manuaba juga menstanakan Padmasana Bali Devabhoomi berdiri di Cuttack Odisha dan Rshikesh Utharkand India dengan lebih erat kokohnya Hindu Nusantara berinteraksi kembali dan peradaban Kuno harus digali kembali di segala bidang.
Pada kesempatan ini Ida Rsi Putra Manuaba didampingi oleh Rshikumara I Wayan Sari Dika MIKom yang sudah 10 th menjadi Shantisena Ashram Gandhi Puri dan sekarang Direktur Shanti AGP asal Lombok.
Shantisenalah semakin menguatkan perjalan panjang komunitas Ashram Gandhi Puri mengembangkan sayapnya dengan bekerja sama, membangun jaringan dan jembatan budaya lewat Astakamala Project konstruktif work bagi Shantisena untuk penemuan Swadharma dan Swakarmanya di bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Social Worker. (LE-KL)







