Karangasem, LenteraEsai.id – Warga masyarakat Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem kini kesulitan air bersih setelah saluran air dan cubang yang mereka miliki rusak akibat diguncang gempa berkekuatan M=4,8 pada akhir pekan lalu.
Berkaitan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Karangasem terus berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Desa Ban yang sebagian besar rumah tinggalnya juga mengalami kerusakan.
Seperti yang dilakukan pada Jumat (22/10/2021), puluhan ribu liter air bersih didistribusikan ke lokasi bencana oleh pihak BPBD Karangasem dan Dinas Sosial Karangasem yang bersinergi dengan PMI Karangasem dan Kementerian PUPR.
Dalam upaya pendistribusian air yang merupakan salah satu kebutuhan pokok itu, petugas juga mendapat bantuan atau pinjaman mobil tangki dari BPBD Provinsi Bali.
Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Karangasem Ida Ketut Arimbawa mengatakan bahwa dalam pengiriman air bersih tersebut pihaknya berkoordinasi dengan Posko Tanggap Darurat Bencana yang ada di Kantor Desa Ban untuk kemudian diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi.
“Kami bersama dinas terkait akan terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Karangasem,” kata Arimbawa.
Arimbawa menyebutkan, untuk armada truk tangki BPBD Karangasem dan truk tangki BPBD Provinsi Bali, telah mendistribusikan sebanyak 20.000 liter air bersih. Rinciannya, 5.000 liter untuk warga di Banjar Dinas Ban, 5.000 liter di Banjar Dinas Belong, 5.000 liter di Banjar Dinas Bonyoh dan 5.000 liter di Banjar Dinas Manik Aji.
Sedangkan untuk armada truk tangki PMI Karangasem mendistribusikan sebanyak 10.000 liter air bersih ke Banjar Dinas Panek, dan armada truk tangki Kementerian PUPR mendistribusikan sebanyak 16.000 liter air bersih dengan rincian 8.000 liter untuk warga di Banjar Dinas Panek dan 8.000 liter di Banjar Dinas Ban. Sementara armada Dinas Sosial Karangasem mendistribusikan sebanyak 10.000 liter air bersih untuk warga di Dusun Ban.
“Pendistribusian ini akan terus berkelanjutan selama tanggap darurat berlangsung, karena masyarakat Desa Ban masih sangat membutuhkan setelah sumber air bersih mereka rusak akibat gempa,” kata Arimbawa, menandaskan. (LE-Jun)







