Kapolres Buleleng Lepas Binatang Dilindungi di Pantai Penimbangan

Buleleng, LenteraEsai.id – Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto SIK SH MSi bersama masyarakat melepas puluhan anak penyu atau tukik yang adalah binatang dilindungi, di Pantai Penimbangan Desa Bakti Seraga, Kabupaten Buleleng, Minggu (3/10).

Sebanyak 40 tukik yang dilepas merupakan hasil penangkaran dari Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas ) Pantai Penimbangan Lestari yang diketuai Gede Wiadnyana, yang selama ini bekerja sama dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Buleleng dan Satuan Pol Air Polres Buleleng.

Bacaan Lainnya

Penyu merupakan kura-kura laut yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 tentang pengawasan tumbuhan dan satwa. Pelepasliaran anak penyu dilakukan untuk menjaga agar keberadaan satwa itu tidak punah.

Sebelum pelepasan puluhan tukik dilakukan, Ketua Pokmaswas Penimbangan Lestari Gede Wiadnyana menyampaikan bahwa penyu dewasa ini sudah hampir punah, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan dengan cara melakukan penangkaran, mulai dari proses penetasan telur penyu sampai menjadi tukik.

Di dunia ini ada tujun jenis penyu, dan yang ditemukan hidup di wilayah Pantai Penimbangan sebanyak tiga jenis, yaitu penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisit (Eretmochelys imbricata), dan penyu lekang (Lepidochelys olivachea).

Sementara penyu yang sering naik dan bertelur di Pantai Penimbangan adalah penyu lekang. “Termasuk tukik yang kini dilepas oleh Kapolres Buleleng merupakan hasil penetasan atas telur-telur penyu lekang tersebut,” ujar Wiadnyana.

Pada giat pelepasan tukik pagi itu, Kapolres tampak didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Buleleng Nyonya Arda Andrian P, Kabag Logistik Kompol Made Widana SH, Kasat Pol Air AKP Wayan Parta SH, dan Putu Citra Suda, petugas dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam Buleleng serta komponen masyarakat lainnya.

Kapolres Buleleng mengaku baru mengenal kalau di Penimbangan ada rumah penangkaran penyu yang dilaksanakan Pokmaswas Penimbangan Lestari. AKBP Antrian menilai ini kegiatan yang sangat bagus untuk melestarikan penyu yang sudah hampir punah.

Lebih menarik lagi, di tengah laut dibudidayakan terumbu karang buatan, sehingga kegiatan ini perlu untuk dikembangkan dan ditiru oleh daerah-daerah lain di Pulau Dewata bahkan di Nusantara, ucapnya.

“Awalnya saya tidak tahu ada penangkaran penyu di Pantai Penimbangan. Setelah saya mendapat informasi, saya langsung mendatanginya untuk mengetahui secara langsung, karena kegaitan ini sangat bagus. Dan hari ini kita bersama melepas puluhan tukik sebagai bentuk kepedulian kita melindungi penyu yang hampir punah,” katanya, menjelaskan.  (LE-BL)

Pos terkait