HeadlinesKarangasem

Muncul Dua Nama Kepsek Dalam Satu Sekolah, Kepala BKPSDM Sebut Kesalahan Administratif

Karangasem, LenteraEsai.id – Mutasi sejumlah kepala sekolah, guru dan juga pengawas sekolah di Kabupaten Karangasem yang dilaksanakan pada Selasa (21/9/2021), sempat menuai kontroversi. Masalahnya, dalam satu sekolah ada dua nama yang berbeda yang muncul sebagai kepala sekolah (Kepsek). Hal itu terjadi di SD Negeri 6 Tianyar Barat.

Selain itu, ada juga beredar informasi yang menyebutkan bahwa ada sekolah yang masih kekurangan guru, tapi justru guru yang ada di sekolah tersebut malah terkena mutasi ke sekolah lain.

Terkait dengan hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karangasem Gusti Gede Rinceg, saat ditemui di kantornya, Rabu (22/9/2021) mengatakan bahwa adanya dua nama yang muncul sebagai Kepsek di satu sekolah yang sama, terjadi akibat kesalahan administratif.

“Itu akibat kesalahan administratif, seharusnya yang satu jadi guru dan yang satunya lagi sebagai Kepsek atau Kasatdik. Yang jadi guru inilah terjadi salah ketik, sehingga muncul sebagai Kepsek. Dan hari ini juga Dinas Pendidikan akan mengadakan evaluasi untuk bisa merevisi SK tersebut,” kata Gusti Rinceg, menjelaskan.

Gusti Rinceg menyebutkan, kesalahan seperti itu bisa terjadi akibat banyaknya guru yang dimutasi tahun ini, yaitu mencapai 426 orang terdiri atas kepala sekolah, guru TK, guru SD, guru SMP hingga tenaga pengawas.

“Jangankan 426 orang, terkadang melakukan mutasi 100 saja bisa terjadi kesalahan, karena kita bekerja secara tim. Oleh sebab itu, hal ini perlu kita pahami secara bersama-sama,” ujar Gusti Rinceg, menekankan.

Sementara terkait dengan adanya guru yang double ditempatkan dalam satu sekolah, Kepala BKPSDM melihatnya dari jumlah rombongan belajar (rombel). Jika rombel di satu sekolah gemuk sampai ada dua shift, maka sangat memungkinkan adanya dua guru mata pelajaran yang sama di satu sekolah itu.

Hanya saja, jika nanti memang ditemukan kenyataan di lapangan bahwa rombel-nya standar, maka nanti seizin Bupati Karangasem I Gede Dana akan dikembalikan lagi ke tempat semula dengan nota dinas, sehingga pelayanan pendidikan tetap bisa berjalan dengan baik dan merata, katanya.

Kepala BKPSDM mengungkapkan bahwa mutasi yang dilakukan kali ini lebih sebagai upaya pemerataan tenaga guru. “Ini harus dipahami bersama, karena ketika ada wilayah kelebihan, atau sebaliknya kekurangan guru, maka Pak Bupati harus mengambil langkah-langkah memerataan,” ucapnya.

Hal tersebut harus dilakukan karena pemerataan pendidikan merupakan bagian dari profesi guru demi mencerdaskan anak bangsa, dan bukan merupakan suatu punishment yang dihubung-hubungkan dengan masalah politik, kata Gusti Rinceg, menandaskan.  (LE-Jun)

Lenteraesai.id