HeadlinesKarangasem

Bupati Dana: Hanya Satu Tugu Perbatasan Dibangun Tahun 2021, Fokus Tangani Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

Amlapura, LenteraEsai.id – Wacana pembangunan empat tugu perbatasan Kabupaten Karangasem yang menyeruak di media sosial Info Amlapura, menimbulkan polemik di masyarakat karena dinilai tidak tepat dengan situasi pandemi saat ini.

Pembangunan tugu yang biayanya mencapai Rp 190 juta per tugu, menurut sebagian warga dipersepsikan kurang tepat, karena justru harusnya pemerintah fokus pada masa pemulihan ekonomi dan kesehatan warga di masa pandemi Covid-19.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Karangasem Gede Dana ketika dikonfirmasi pada Sabtu (18/9/2021) malam, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan setuju jika memang ada rencana membangun empat tugu perbatasan di Kabupaten Karangasem dengan sekaligus bersamaan pada tahun 2021 ini. “Gak bisa itu, karena kami masih lebih memfokuskan anggaran pada penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi masyarakat,” katanya, tegas.

Memang, lanjut mantan Ketua DPRD Karangasem itu, ada rencana pembangunan tugu perbatasan yang penganggarannya telah dimulai pada tahun 2020 lalu, dan itupun jumlahnya hanya satu. “Hanya satu tugu yang akan dikerjakan, bukan empat. Itu juga urgensinya untuk menampilkan wajah Karangasem. Karenanya dipilih lokasi yang di Yeh Malet, yang adalah gerbang Karangasem dengan kabupaten lain,” ujar Gede Dana.

Selanjutnya, Bupati Karangasem menegaskan, saat ini pememerintahan di jajarannya fokus dan konsentrasi dalam penanganan Covid-19 dan peningkatan ekonomi masyarakat yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. “Jadi kami lebih memprioritaskan kepentingan rakyat Karangasem,” ujar Bupati Dana, menandaskan.

Pada akhir statemen, Bupati Dana mengatakan bahwa tapal batas itu merupakan program tahun 2020. Mengapa tapal batas perlu diperhatikan, karena sebagai pengingat batas wilayah dan ucapan selamat datang di Kabupaten Karangasem. “Dan sekali lagi, bukan empat tugu perbatasan yang dikerjakan tahun ini, melainkan hanya satu tugu. Untuk tugu lainnya, tentu akan diperhitungkan nanti tergantung anggaran yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Katangasem I Made Suartana SSDP mengatakan, memang benar ada rencana pembangunan tugu perbatasan di Kabupaten Karangasem. “Tugu perbatasan yang ada kan kondisinya sudah rusak. Jadi rencana ada perbaikan, yakni di perbatasan Yeh Malet, Bukit Pesaban, Tianyar Barat dan Rendang. Namun untuk tahun 2021 ini, yang dibangun lebih dulu di Yeh Malet. Dan memang untuk tahun 2021 ini, hanya satu tugu saja yang dikerjakan. Nanti tiga tugu lainnya akan dibangun disesuaikan dengan anggaran. Bisa tahun 2022 atau tahun depannya lagi, ya sesuai anggaran saja,” kata Suartana.

Dia melanjutkan, mengapa Yeh Malet dipilih lebih awal pembangunannya, dikarenakan merupakan pintu gerbang Kabupaten Karangasem dan disebabkan sudah ada pembangunan sebelumnya. “Pembangunan tugu perbatasan di Yeh Malet istilahnya sebagai pelengkap, karena sebelumnya sudah ada pembangunan fasilitas lain di sana,” ujarnya.

Mengenai pembangunan tugu perbatasan di Yeh Malet, menurut Suartana, direncanakan bulan Oktober ini. “Anggarannya adalah Rp 190 juta. Biaya ini meliputi: pengawasan, fisik dan desain. Saat ini tengah proses penunjukan tender yang akan mengerjakan tugu tapal perbatasan itu,” katanya. (LE-DP)

Lenteraesai.id