Tenganan Pegringsingan Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik Indonesia

Amlapura, LenteraEsai.id – Desa wisata Tenganan Pegringsingan yang terletak di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem masuk ke dalam 50 besar sebagai desa wisata terbaik dalam ajang Desa Wisata Indonesia.

Hal tersebut terbilang cukup membanggakan bagi Kabupaten Karangasem dan Bali tentunya. Masalahnya, desa wisata Tenganan Pegringsingan berhasil masuk 50 besar dari 1.831 desa wisata yang ikut berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Bacaan Lainnya

Terkait dengan hal itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) I Wayan Kariasa mengaku sangat bangga dengan terpilihnya desa wisata Tenganan Pegringsingan masuk ke dalam 50 besar sebagai desa wisata terbaik di Indonesia.

“Pastinya saya sangat bangga terhadap Desa Tenganan bisa masuk sebagai desa wisata terbaik dan semoga nantinya juga bisa lolos ke tahapan berikutnya,” kata Wayan Kariasa saat dikonfirmasi di Amlapura, Selasa (24/8/2021).

Wayan Kariasa mengatakan bahwa ini baru pertama kalinya desa wisata Tenganan Pegringsingan masuk dalam Ajang Desa Wisata Indonesia.

“Semoga hal ini bisa membawa berkah buat industri pariwisata yang ada di Kabupaten Karangasem walaupun masih dalam masa pandemi Covid-19,” ucapnya.

Dengan terpilihnya desa wisata Tenganan Pegringsingan masuk 50 besar dalam ajang Desa Wisata Indonesia tersebut, juga akan bisa membuat Karangasem menjadi lebih dikenal oleh para wisatawan Indonesia maupun mancanegara.

Jika sudah semakin dikenal maka akan lebih banyak wisatawan yang datang ke Karangasem untuk melihat keindahan destinasi-destinasi wisata yang ada di Karangasem, baik wisata alam seperti gunung, bukit dan lautan, maupun  wisata budaya dan adat istiadat yang sangat kuat  dan banyak dijumpai di Kabupaten Karangasem.

Sehubungan dengan hal tersebut, Wayan Kariasa juga berharap kepada pemerintah daerah agar memberikan perhatian yang lebih kepada beberapa destinasi wisata yang ada di Kabupaten Karangasem agar bisa dikelola lebih profesional dengan berkolaborasi bersama desa adat maupun desa dinas dan ditunjang juga dengan SDM yang baik.

Namun hal yang paling penting menurut Wayan Kariasa adalah agar desa wisata tersebut tetap menjadi destinasi wisata terbaik adalah dengan cara  menjaga keasrian alamnya, adat istiadatnya agar  jangan sampai bergeser dan yang paling penting adalah pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Dengan pengelolaan sampah yang berkelanjutan maka akan menjadi desa wisata hijau yang bebas sampah plastik atau green tourism destination,” kata Wayan Kariasa, menandaskan.  (LE-Jun) 

Pos terkait