Minxiong, LenteraEsai.id – Hari telah beranjak malam, dan deru angin sesekali berderak di atas atap gedung-gedung di Kota Chiayi, Minxiong, Taiwan. Di kota inilah, seorang pemuda bernama Kadek Bimantara asal Seraya Barat, Karangasem, Bali, saat ini menetap. Pada sebuah kota, di mana ia sama sekali tidak menyangka bakal melabuhkan penghidupan sebagai salah seorang pekerja profesional di bidang komputer.
“Saya bersyukur kepada Hyang Widhi, bisa bekerja di luar negeri dengan bidang pekerjaan sesuai harapan saya yang sejak dulu memang menyukai bidang Teknologi Informasi. Dan kenyataan yang saya dapatkan, bahkan melampaui dari apa yang saya cita-citakan. Karena sejak kecil saya memang ingin kerja berkaitan dengan komputer, tetapi tidak menyangka akan mendapatkan pekerjaan ini di Taiwan. Ini sama sekali di luar bayangan ekspetasi saya,” kata Bimantara menahan haru, ketika diwawancarai media LenteraEsai melalui sambungan komunikasi jarak jauh, baru-baru ini.
Bimantara menyatakan, cita-citanya ini dapat terwujud berkat peran besar SMK TI Bali Global Karangasem. Di mana setelah tamat sekolah menengah pertama (SMP), ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di SMK TI Bali Global Karangasem. Di sekolah inilah, Bimantara mendapatkan pembelajaran tentang komputer sesuai harapannya, dikarenakan memang inilah bidang pelajaran yang paling diminatinya sejak kecil.
Selanjutnya, dikarenakan SMK TI Bali Global Karangasem memiliki akses kerja sama dengan sejumlah negara, termasuk Taiwan, maka Bimantara pun akhirnya mendapatkan tawaran melanjutkan pendidikan di Taiwan, sehingga bisa menempuh pendidikan kuliah sembari bekerja.
“Setelah selesai kuliah, saya memutuskan tetap di Taiwan dan sempat melakoni beberapa pekerjaan. Sampai akhirnya kini bekerja di bidang yang saya sukai. Astungkara, moga dengan bekerja di Taiwan ini, dapat mengubah perekonomian keluarga agar lebih baik. Saya ingin ke depannya membahagiakan orang tua di Seraya Barat. Dan tentunya, saya berterima kasih pada SMK TI Bali Global Karangasem, yang membuka jalan masa depan saya sehingga kini dapat bekerja di Taiwan ,” kata Bimantara yang mengaku orang tuanya bekerja di sebuah vila.
Siapkan Lulusan Berkualitas dan Berdaya Saing Tinggi
Kepala Sekolah SMK TI Bali Global Karangasem, I Nyoman Suarjana SSos menyatakan, SMK TI Bali Global berdiri sejak 11 Oktober 2013 dan sudah terakreditasi B. Sekolah ini didirikan oleh pemerhati dan pecinta pendidikan yaitu: Prof Dr I Made Bandem MA, Drs Dadang Hermawan Ak MM, Drs IB Dharmadiaksa MSi Ak dan Drs Made Subadi, yang tergerak hatinya melihat begitu pesatnya perkembangan dunia teknologi informasi di segala bidang.

Menurut Suarjana, saat ini SMK TI Bali Global Karangasem sudah memiliki pelatihan kerja yang langsung bisa mengalirkan tenaga kerja ke sejumlah negara. “Kami sudah memiliki akses kerja sama di Amerika Serikat, Jepang, Turki dan Taiwan, termasuk menjalin kerja sama dengan WuFeng University Taiwan, sehingga anak didik kami ada yang kuliah sambil bekerja di sana. Saat ini sebanyak 4 siswa bekerja di Jepang, 1 siswa di Turki, dan sebanyak 2 siswa bekerja sambil kuliah di Taiwan. Kami juga memiliki jurusan untuk mendukung lulusannya berdaya saing, yakni Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan Administrator dan Komputer, Jurusan Akuntansi, hingga Jurusan Perhotelan dengan jumlah siswa sebanyak 200 orang lebih,” kata Suarjana.
Di samping itu, SMK TI Bali Global Karangasem juga didirikan untuk mengantisipasi era informasi dan globalisasi yang tentu saja membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang handal di bidang teknologi informasi. Dengan melanjutkan pendidikan melalui SMK TI Karangasem ini, akan banyak melahirkan generasi muda yang penuh kompetensi (skill full) dan produktif, sehingga akhirnya generasi muda yang menjadi tonggak bangsa ini mampu menghantarkan kedaulatan sebuah bangsa yang sejajar dengan negara-negara maju lainnya.
Mengenai visi SMK TI Bali Global Karangasem, Suarjana menyatakan, merupakan sekolah menengah kejuruan yang unggul dalam bidang teknologi informasi berpijak pada budaya yang berwawasan global, berlandaskan Pancasila dan UUD 45 dalam rangka mengimplementasikan Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru.
“Berkat kualitas pengajar dan materi pelajaran yang mumpuni, siswa-siswi di sekolah SMK TI Bali Global Karangasem beberapa kali menorehkan prestasi, antara lain Juara Harapan Film Pendek STKIP Agama Hindu Amlapura, Juara III Movie Competition Kampus IIK Bali serta berbagai kejuaraan lainnya. Pada dasarnya, yang ingin kami capai adalah menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi sehingga bisa meraih masa depan cemerlang,” ujarnya.

Sementara itu, menyikapi kondisi saat ini dalam masa pandemi Covid-19, di mana pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dari 3 -20 Juli 2021, maka di SMK TI Bali Global Karangasem diterapkan : (1) Sesuai aturan yang diberlakukan maka bidang pendidikan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, Tempat Pendidikan/Pelatihan) dilakukan secara daring/online. (2) Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menyesuaikan surat edaran yang berlaku. (3) Persiapan untuk sistem pembelajaran Blended Learning tetap dilaksanakan oleh guru dan staf SMK TI Bali Global Karangasem agar saat kegiatan pembelajaran Tahun Ajaran 2021-2022 dapat terlaksana secara optimal. (4) Persiapan sistem pembelajaran oleh guru dan staf SMK TI Bali Global Karangasem dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. (5) Kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru dilaksanakan secara piket oleh staf SMK TI Bali Global Karangasem sesuai anjuran dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (6) Aktif berpartisipasi dalam program vaksin bagi Peserta Didik yang segera dilaksanakan. (7) Aktif dalam mengikuti surat edaran dari dinas terkait, menyesuaikan dan menyelenggarakan segala kegiatan pendidikan, dan (8) Aktif dalam melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 Pemerintah Kabupaten Karangasem.
Terkait kegiatan belajar di masa pandemi, lanjutnya, dengan adanya pemberlakuan belajar di rumah, siswa-siswi SMK TI Bali Global Karangasem merasakan daya serap ilmu yang diberikan kurang optimal. Khususnya untuk pembelajaran produktif, di mana kegiatan belajarnya sebagian besar seharusnya dilaksanakan dengan metode praktik. Namun akhirnya tidak dapat terlaksana seperti sebelum pandemi, dikarenakan kini pembelajaran sepenuhnya dilaksanakan secara online.
Menyikapi hal ini, para pengajar SMK TI Bali Global Karangasem pun sudah mengerahkan segala metode yang digunakan dalam studi online agar siswa-siswi tetap mendapatkan penyerapan materi yang maksimal, supaya mereka memiliki skill sesuai kompetensinya.
Dan pada penghujung wawancara, dengan nada prihatin Suarjana menyatakan kesedihan karena situasi pandemi membuat sejumlah orangtua memiliki kendala membiayai anak-anaknya untuk melanjutkan pendidikan.
“Melihat hal ini, kami mengambil suatu kebijakan, kami hadir di tengah-tengah masyarakat untuk tetap mendukung dan mensukseskan Program Pemerintah Wajib Belajar (Wajar) 12 Tahun. Berhubung saat ini masa pandemi, dan banyak warga kita yang betul-betul mengalami kesusahan, ada yang PHK dan kesulitan ekonomi, sehingga ada yang sampai tidak berani menyekolahkan putra-putrinya karena keadaan saat ini. Maka kami mengambil suatu kebijakan agar generasi muda kita tidak ada yang sampai putus sekolah. Kami memutuskan memberikan kesempatan agar mereka bisa melanjutkan di sekolah kami dengan berbagai kemudahan khusus. Ini sesungguhnya ungkapan bakti kepada Bumi Karangasem khususnya dan Bali umumnya, agar anak-anak muda di sini tidak sampai putus sekolah. Ke depannya supaya anak-anak muda bisa mewujudkan mimpi meraih kehidupan yang lebih baik melalui pendidikan,” ucap Suarjana sungguh-sungguh. (LE- Vivi)







