Perkuat Penanganan Covid 19, Sekda Bali Sambut Baik Sinergitas Akademisi, TNI-Polri dan Birokrasi

Denpasar, LenteraEsai.id – Pandemi Covid 19 yang sudah lebih dari satu tahun melanda dunia, belum menunjukkan akan secepatnya berakhir. Berbagai upaya penanganan serta pencegahan virus tersebut terus dilakukan, baik melalui pengetatan prokes maupun menggenjot upaya vaksinasi.

Penguatan upaya-upaya tersebut perlu mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat, baik itu TNI-Ppolri maupun pemerintah serta akademisi. Sinergitas yang selama ini telah ada perlu semakin diperkuat dan diperluas, sehingga dengan bersama-sama akan mampu keluar dari pandemi ini.

Bacaan Lainnya

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam sambutannya saat mewakili Gubernur Bali pada acara pelepasan mahasiswa sebagai Duta Perubahan Perilaku, Duta Protokol Kesehatan dan Tim Tracing, di ruang dr A A Made Jelantik, Lantai 4 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar, Sabtu (29/5).

Lebih jauh Sekda Dewa Indra yang didampingi Kalaksa BPBD Provinsi Bali Made Rentin dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya, menyampaikan apresiasi serta menyambut baik atas dukungan dari Universitas Udayana dalam berbagai upaya penanganan Covid-19 di Provinsi Bali. Pelibatan mahasiswa Fakultas Kedokteran kali ini menambah daftar panjang partisipasi dan kontribusi dari Universitas Udayana dari sejak awal merebaknya Virus Corona pada bulan Maret 2020 hingga kini.

“Kami Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan apresiasi pada Unud yang sudah terlibat dan melibatkan diri, yang telah berperan dan mengambil peran dalam penanganan Covid-19. Tugas ini sangat mulia dan menantang bagi kita semua untuk turut mengambil peran dalam berbagai upaya kita untuk keluar dari pandemi,” ucapnya.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali itu juga memotivasi para mahasiswa Fakultas Kedokteran Unud yang akan turun ke tengah masyarakat sebagai duta perubahan perilaku, pelaksanaan protokol kesehatan serta penguatan tracing untuk bisa mengambil hikmah dan pengalaman di balik penugasan ini, dan patut berbangga karena bisa melibatkan diri serta berkonstribusi nyata dalam berbagai upaya bersama menangani pandemi.

“Jangan dijadikan penugasan ini sebagai sesuatu beban. Ini merupakan suatu kesempatan yang luar biasa bisa terlibat dan berperan nyata dalam upaya menangani pandemi. Mahasiswa kedokteran generasi berikutnya belum tentu memilki pengalaman serta peran nyata seperti apa yang mahasiswa sekarang lakukan. Untuk itu mari berperan sebaik-baiknya, berkonstribusi nyata dan kita akan merasa bangga ketika nantinya pandemi ini bisa kita akhiri,” katanya, menekankan.

Diakhir sambutannya, Sekda Bali juga menyampaikan bahwasannya berdasarkan data per 28 Mei, masyarakat Bali yang sudah mendapatkan vaksin berjumlah 1 juta 260 ribu atau sekitar 31 persen dari total jumlah penduduk Bali. Jika dilihat dari populasi agar bisa terbentuknya herd immunity di mana minimal 70 persen masyarakat harus tervaksin, maka itu artinya vaksinasi belum selesai. Untuk itu pelaksanaan vaksin masih harus dipercepat dan diperluas, di samping prokes yang ketat serta tracing yang diperkuat agar penyebaran Covid-19 di Pulau Dewata dapat dikendalikan.

Dalam acara yang turut dihadiri oleh Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra , Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Harfendi, Rektor Universitas Udayana Prof A A Raka Sudewi beserta jajarannya, juga dilakukan pelepasan mahasiswa Fakultas Kedokteran Unud sebagai Duta Perubahan Perilaku oleh Kasdam IX/Udayana, Duta Protokol Kesehatan’ oleh Kapolda Bali dan Tim Tracing oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali.  (LE-DP1)

Pos terkait