Karangasem, LenteraEsai.id – Kabupaten Karangasem, Bali masih memiliki beberapa gedung sekolah dasar (SD) yang mengalami kerusakan, salah satunya adalah SD Negeri 2 Ulakan yang berada di Desa Ulakan, Kecamatan Manggis.
Tapi, kerusakan gedung SDN 2 Ulakan sepertinya tidak bisa diperbaiki dalam waktu dekat, karena batas pengajuan perbaikan kerusakan sarana dan prasarana sekolah ke Dapodik untuk mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) 2022, sudah ditutup sejak 31 Maret 2021.
“Kami terlambat mengajukan data kerusakan sarana dan prasarana sekolah ke Dapodik untuk mendapatkan DAK. Batas akhir pengajuannya pada tanggal 31 Maret 2021, sedangkan kerusakan sekolah baru diketahui pada tanggal 3 April 2021,” kata Kepala Sekolah SDN 2 Karangasem, Ni Kadek Wisnayani, Rabu (5/5).
Akibat keterlambatan itu, perbaikan gedung sekolah yang mengalami kerusakan tersebut sepertinya baru bisa diperbaiki melalui DAK pada tahun 2023.
Kadek Wisnayani mengatakan bahwa di SDN 2 Ulakan terdapat 3 ruang kelas yang mengalami kerusakan, mulai dari plafon yang jebol, genteng bocor dan kayu penyangga yang sudah rapuh karena dimakan rayap.
“Akibat kerusakan tersebut kita tidak berani melakukan kegiatan belajar mengajar di 3 ruang kelas tersebut, karena khawatir dapat membahayakan para siswa. Padahal, pembelajaran tatap muka (PTM) baru saja dimulai,” kata Kadek Wisnayani, menjelaskan.
Sehubungan kondisi seperti itu, PTM di SDN 2 Ulakan cukup terganggu dan akhirnya pihak sekolah memutuskan untuk melakukan PTM dengan dua shift, yaitu pagi dan siang. “Kebetulan 3 ruang kelas yang mengalami kerusakan adalah ruang kelas IV, V dan VI,” kata Kadek Wisnayani.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Karangasem I Gusti Ngurah Kartika yang dihubungi terpisah mengatakan, di Kabupaten Karangasem memang terdapat beberapa gedung sekolah yang mengalami kerusakan, mulai dari kerusakan sedang hingga berat.
Gusti Kartika mengatakan bahwa untuk perbaikan sekolah yang rusak bisa menggunakan DAK, karena saat ini beberapa anggaran mengalami refocusing untuk penanganan Covid-19. “Semoga saja pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga perbaikan sekolah yang rusak bisa segera dilakukan,” katanya. (LE-Jun)







