Gelar Pasar Murah, Nelayan Pengambengan Jembrana Kesulitan Bahan Bakar

Jembrana, LenteraEsai.id – Di tengah terpuruknya ekonomi dan daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19, pasar murah sangat membantu warga dalam membeli aneka kebutuhan.

Apalagi menjelang hari raya besar seperti Lebaran yang jatuh pada 13-14 Mei mendatang, tentu masyarakat khususnya umat Muslim akan menyiapkan berbagai keperluan untuk itu.

Bacaan Lainnya

Menyikapi hal tersebut, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana yang dikenal sebagai desa penghasil ikan seiring sebagian besar warganya berprofesi sebagai nelayan, kini menyelenggarakan ‘pasar murah’.

Perbekel Desa Pengambengan Kamaruzzaman saat ditemui awak media massa, Rabu (5/5) menjelaskan, pasar murah sangat membantu warga masyarakat saat pandemi seperti saat ini, terlebih bagi umat Muslim menjelang tibanya Hari Raya Iduf Fitri.

Momen bulan puasa menjelang Lebaran, harga sembako dan barang-barang merangkak naik, bahkan ada beberapa di antaranya yang mendadak melambung tinggi.

“Untungnya Pemerintah Kabupaten Jembrana tanggap dan membantu memberi sarana pasar murah tempat masyarakat berbelanja dengan harga yang cukup murah,” ucapnya.

Sulit Bahan Bakar

Sebagai aparatur pemerintahan di desa, Kamaruzzaman menyatakan bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang telah mendorong dan memfasilitasi adanya pasar murah.

“Kami berharap ke depanya pasar murah tidak hanya diselenggarakan pada bulan Ramadhan menjelang tibanya Lebaran saja, tetapi dapat digelar pada bulan-bulan lain guna meringankan daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19,” katanya, mengharapkan.

Terkait kendala yang dihadapi para nelayan di Desa Pengembengan, Kamaruzzaman menyebutkan, sebagai desa sentra ikan dan pengolahan ikan, kendala yang dihadapi selama ini ialah cukup sulitnya memperoleh bahan bakar solar untuk perahu-perahu para nelayan.

“Harapan kami jangan dipersulit masalah solar. Dengan kata lain solar sulit dicari baik yang bersubsidi maupun yang tidak,” ujarnya, menandaskan.

Dikatakan, dari pemerintah terkait memang sudah membantu, tetapi jangan hanya beberapa saat saja, melainkan seterusnya, sehingga solar tidak sulit dibeli oleh para nelayan di pasaran.

“Dengan demikian, aktivitas nelayan bisa terus berjalan setiap harinya. Tanpa adanya solar, ikan tidak akan pernah ada di Pengambengan,” kata Kamaruzzaman, menegaskan.  (LE-Yut)

Pos terkait