Amlapura, LenteraEsai.id – Persoalan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang berasal dari Kabupaten Karangasem yang sempat tak terdengar kabarnya dalam beberapa tahun terakhir, belakangan ini kembali mencuat di beberapa daerah.
“Sampai saat ini, sudah ada puluhan gepeng yang dipulangkan ke rumahnya di Kabupaten Karangasem setelah mereka terjaring razia dan ditangkap saat melakukan aksi gepeng di luar kabupaten ini,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Karangasem, I Gede Basma, di Amlapura, Rabu, (28/4).
Gepeng yang dipulangkan tersebut sebagian besar terjaring razia saat mereka menggelandang dan mengemis di beberapa lokasi Kabupaten Badung dan Buleleng, ucapnya.
Untuk para gepeng yang sudah diserahkan kepada petugas di Karangasem, kata Gede Basma, sudah dikembalikan ke daerah asal mereka masing-masing, yang kebanyakan dari Pedahan dan Munti Gunung.
“Kami dari Dinas Sosial sudah berupaya untuk mencarikan solusi agar mereka tidak lagi menggepeng, seperti memberikan keterampilan dan saat ini sudah ada pabrik dupa yang siap menampung mereka guna memberikan pelatihan,” kata Gede Basma.
Namun demikian, sejumlah warga nampaknya tidak bisa mengubah kebiasaannya untuk tidak menggelandang dan mengemis dengan meninggalkan kampung halamannya, ucapnya.
Dikatakan, untuk mengubah kebiasaan tersebut, nampaknya memang bukan pekerjaan yang mudah. Masalahnya, mereka yang menjadi gepeng bisa mendapatkan penghasilan dengan cara yang gampang, dan penghasilannya pun lebih daripada bekerja sebagai buruh harian.
Bahkan, lanjut Gede Basma, salah seorang gepeng sempat mengatakan, “Kalau saya jadi buruh, saya tidak dapat uang Rp150 ribu per hari.”
Seperti itu umumnya gepeng punya pendapat. Karenanya, untuk mengatasi masalah kebiasaan tersebut Gede Basma mengaku tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan diperlukan peran dari semua pihak, terutama dari pihak desa adat.
“Nanti akan kami koordinasikan dengan pihak desa adat setempat untuk membuat semacam sanksi bagi setiap warga desa yang masih menggepeng. Ini dilakukan dengan harapan mampu menimbulkan efek jera, sehingga nantinya waga desa tidak lagi terjun menjadi gepeng,” kata Gede Basma, menandaskan.
Selain itu, Dinas Sosial juga sudah menyampaikan perihal maraknya warga Karangasem yang kini kembali menggepeng kepada Bupati Karangasem, dan saat ini masih bersama-sama untuk mencari solusi yang terbaik. (LE-Jun)







