Karangasem, LenteraEsai.id – Cahaya ‘kebat-kebit’ yang diduga berasal dari sorot lampu senter terlihat terus bergerak menuju ke arah puncak Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali, pada Sabtu (24/4) malam saat umat Hindu merayakan Kuningan.
Di tengah kegelapan malam tak berbintang, cahaya yang kadang timbul tenggelam itu terlihat cukup jelas dari Banjar Dinas Pesangkan, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.
Beberapa anggota Pasebaya Agung yang kerap melakukan pendakian ke gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu, menduga kuat kalau cahaya berasal dari nyala senter pelancong yang nekad melakukan pendakian pada kondisi cuaca yang kurang menentu saat ini.
Dilihat dari posisinya pada malam ini pukul 22.00 Wita, disebutkan cahaya lampu kelap kelip tersebut berada pada jarak sekitar 1,5 km dari puncak Gunung Agung.
“Kalau sampai kesasar, nanti bikin repot petugas saja. Tadi saya cek lewat frekuensi radio Pasar Agung, dikatakan memang ada sejumlah orang yang melakukan pendakian ke puncak Gunung Agung,” ujar Pande, warga Duda Timur yang terus mengamati pergerakan lampu di bagian lereng Agung tersebut.
Mengenai pendaki yang sempat kesasar atau tersesat, Pande mengatakan sering menimpa pendaki di Gunung Agung. Terakhir pada Minggu, 13 Desember 2020 lalu, 4 pendaki tersesat di tengah kondisi hujan lebat.
Keempat pendaki yang berasal dari luar Bali yakni Alex (20), Yusril (20), Ryan (18) dan Agil (19), tersesat setelah terpisah dari rombongannya.
Awalnya, 9 orang memulai pendakian pada Sabtu (12/12/2020) dini hari. Hari itu juga mereka langsung turun dari puncak, namun di tengah perjalanan 4 orang terpisah dari rombongan hingga kemudian tersesat sejak sekitar pukul 16:00 Wita.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar yang menerima informasi melalui saluran telepan dari salah seorang pendaki sekitar pukul 17:05 Wita, langsung bergerak melakukan upaya pencarian.
Tim rescue dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem yang dikerahkan dan berkoordinasi dengan pemandu wisata lokal yang ada di sekitaran Gunung Agung, akhirnya menemukan keempat pendaki pada hari Minggu, 13 Desember 2020, setelah semalaman mengubek bagian lereng Gunung Agung.
“Sekarang lagi-lagi ada pendaki yang bergerak pada malam-malam dalam kondisi cuaca yang tidak menentu ini. Kami khawatir, lagi-lagi merepotkan petugas dan relawan atau pemandu wisata setempat,” ujar Pande sembari mengharapkan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (LE-KR)







