Mati Mesin, Semalam Terombang-ambing di Tengah Laut Sebelum Berhasil Diselamatkan

Karangasem, LenteraEsai.id – I Ketut Subrata (39), nelayan asal Dusun Tunas Sari, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem yang sempat dilaporkan hilang, akhirnya berhasil ditemukan tim SAR gabungan dalam keadaan selamat, Senin (19/4) pagi.

Ketut Subrata yang pergi melaut pada Minggu (18/4) sore sekitar pukul 16.00 Wita, hingga lewat tengah malam belum juga kembali ke rumah. Karena di luar kebiasaan yang terjadi selama ini, akhirnya pihak keluarga melapor ke Kantor Polsek dan Polair Kubu guna dilakukan langkah-langkah pencarian.

Bacaan Lainnya

“Kami terima laporan dari Polair Kubu sekitar pukul 05:00 Wita dan segera menggerakkan 9 personel dari Pos SAR Karangasem untuk bergerak menuju ke lokasi guna mencari keberadaan nelayan tersebut,” kata Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada, di Denpasar, Senin (19/4) siang.

Setelah dilakukan pencarian dengan melibatkan unsur SAR dari Basarnas Bali, Balawista BPBD Karangasem, Polairud Pos Kubu, SPKKL Bakamla Bali beserta sejumlah nelayan setempat dan dari pihak keluarga, akhirnya nelayan tersebut berhasil ditemukan pada pukul 07:35 Wita dengan keadaan selamat.

“Dari pengakuannya, jukung yang digunakan untuk melaut mengalami mati mesin di tengah laut. Beruntung akhirnya ditemukan dan selanjutnya jukung tersebut ditarik kembali ke perairan Tianyar Segara Katon,” kata Gede Darmada.

Ketut Subrata juga mengaku bersyukur berhasil ditemukan oleh tim SAR yang melakukan pencarian, setelah semalaman diombang-ambing gelombang yang cukup besar dan tak tentu arah.

Kakansar Darmada mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan agar lebih memperhatikan keselamatan ketika cuaca kurang bersahabat. “Saat melaut wajib mempersiapkan media pelampung sebagai upaya antisipasi apabila terjadi kondisi berbahaya,” ucapnya.

Menurut informasi yang dikeluarkan BMKG, kondisi cuaca ekstrem dan potensi gelombang tinggi diperkirakan akan berlangsung hingga 22 April 2021 mendatang.  “Untuk itu, semua nelayan harus waspada,” kata Darmada, mengingatkan.  (LE-Jun) 

Pos terkait