Gianyar, LenteraEsai.id – Bupati Gianyar I Made Mahayastra membuka musyawarah lokal (muslok) XIII Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) Lokal Gianyar, di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Jumat (18/4).
Bupati Mahayastra pada kesempatan tersebut menitipkan agar anggota Orari ikut mensosialisasikan ataupun mempromosikan pariwisata di daerah Ubud yang telah menjadi zona hijau Covid-19.
“Saya harap Orari ikut bersama-sama mensosialisasikan bahwa Ubud sudah zona hijau, sudah aman untuk dikunjungi. Hotel dan restauran juga telah mendapatkan sertifikat CHSE dari Kemenparekraf RI,” ujarnya.
Lebih lanjut Mahayastra meminta agar Orari bisa bersama-sama menopang pariwisata yang sedang jatuh. Karena baginya tujuan berorganisasi untuk dapat berguna bagi orang lain. “Berorganisasilah agar bisa bermanfaat bagi orang lain. Karena percuma berorganisasi hanya untuk diri sendiri, walau dasarnya hanya hobi,” imbuh Mahayastra.
Mahayastra juga mengucapkan terima kasih kepada Orari Gianyar khususnya, yang selalu sigap ketika terjadi bencana alam. Untuk itu Mahayastra menyarankan agar Orari mampu berkomunikasi baik dengan PMI, BPBD Gianyar serta Diskominfo Gianyar.
Sementara itu, Ketua Organisasi Amatir Radio Indonesia Daerah Bali Ida Bagus Gde Arnawa mengaku kagum dengan perkembangan Gianyar. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penataan kota yang begitu indah.
Ida Bagus Arnawa menekankan pentingnya memilih ketua nantinya, yakni unsur anggota yang mengetahui akses organisasi, dengan harapan Orari bisa terus berkembang dan semakin maju.
Pada kesempatan itu, Ida Bagus Arnawa menyerahkan callsign kehormatan, beserta kartu tanda anggota Orari kepada Bupati Mahayastra dan Wabup Agung Mayun.
Ketua Panitia Muslok Orari Gianyar Endro Suryantomo mengungkapkan bahwa musyawarah lokal Orari yang disebut Muslok, merupakan forum tertinggi dalam Orari pada tingkat kabupaten yang dilaksanakan paling lambat sekali dalam 3 tahun.
Muslok mempunyai maksud dan tujuan untuk memilih ketua baru serta menetapkan kebijakan umum tentang rencana kerja Orari lokal Gianyar periode 2021 hingga 2024 berdasarkan garis kebijaksanaan Orari pusat maupun Orari daerah, serta penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus Orari lokal Gianyar periode 2018-2021, ucapnya.
Muslok Orari di tengah masa pandemi kali ini diikuti oleh anggota Orari dalam jumlah yang terbatas. “Sebenarnya semua anggota memiliki hak berbicara dalam Muslok. Namun karena situasi pandemi kita batasi, satu kecamatan diwakili 3 orang, jadi karena di Gianyar ada 7 kecamatan, sehingga hanya 21 orang yang memiliki hak bicara dalam Muslok kali ini,” ujar Endro,. menjelaskan. (LE-GN1)







