DenpasarHeadlines

Sikapi Penistaan Agama oleh Desak Made, KMHDI Siap Membawa ke Ranah Hukum

Denpasar, LenteraEsai.id – Gonjang-ganjing pemberitaan tentang mualaf Desak Made Darmawati yang mengungkapkan kesaksian ketika memeluk keyakinan lama semasa tinggal di Pulau Bali, hingga kini masih menyedot perhatian warga.

Meski Desak Made Darmawati sudah mengajukan permohonan maaf lewat pengurus PHDI Pusat di Jakarta pada Sabtu (17/4) petang, namun permasalahan ini tidak lantas mereda di tengah-tengah masyarakat.

Usai beredarnya video ceramah Dr Desak Made Darmawati Spd MM (Ketua Pusat Kewirausahaan dam Karir Mahasiswa Uhamka) tentang kesaksiannya sebagai mualaf yang dianggap melecehkan dan mendegradasikan agama Hindu Bali, cukup banyak mendapat tanggapan, kecaman dan pernyataan sikap dari sejumlah kalangan.

Kali ini, Organisasi Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) menyampaikan pernyataan sikap tentang ulah oknum dosen tersebut.  Seperti diketahui, beredarnya video ceramah Desak Made itu dinilai tidak pantas dan bisa menimbulkan perpecahan di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang beragam agama, suku dan budaya di Indonesia.

Menanggapi persoalan itu, Ketua Presidium Pimpinan Pusat KMHDI Putu Yoga Saputra di Denpasar, Minggu (18/4) mengatakan, ceramah yang dibawakan Desak Made Darmawati tersebut sangat tidak pantas, terlebih membahas keyakinan agama Hindu  yang sejak dahulu telah diyakini dan dipercaya oleh masyarakat Hindu di Bali.

“Materi dari ceramah tersebut sangat tidak pantas, terlebih dipertontonkan di khalayak publik tentang kesaksian beliau sebagai mualaf Hindu yang menyudutkan dan mendegredasikan agama Hindu Bali. Isi ceramah tersebut telah menodai keyakinan dan kepercayaan masyarakat Hindu yang ada di Bali, dan di Indonesia pada umumnya” ujar Yoga Saputra.

Sehubungan dengan itu, Ketua Presidium Pimpinan Pusat KMHDI  menegaskan bahwa pihaknya siap membawa persoalan ini ke ranah hukum.

“Sebagai organisasi mahasiswa Hindu di Indonesia, kami Pimpinan Pusat KMHDI menyatakan sikap tegas dan siap menempuh jalur hukum untuk meminta pertanggungjawaban beliau terhadap isi ceramah tersebut. Hukum yang ada di negeri ini harus ditegakan demi terwujudnya kehidupan sosial yang berkeadilan” ujar Yoga Saputra, menegaskan.

Berikut ini disampaikan sikap KMHDI perihal pernyataan Dr Hj Desak Made Darmawati SPd MM dalam sebuah acara ceramah di Jakarta:

1. Mengecam keras pernyataan saudari Dr Hj Desak Made Darmawati SPd MM yang juga kaum akademisi dan terdapat indikasi disampaikan di ruang-ruang akademik.

2. Pernyataan yang disampaikan oleh Dr Hj Desak Made Darmawati SPd MM mengkhianati nilai-nilai semangat Moderasi Beragama yang sedang dibumikan di Indonesia.

3. Tegas menyatakan bahwa apa yang sudah dilakukan oleh Dr Hj Desak Made Darmawati SPd MM adalah sebuah pelanggaran hukum dan atas dasar tersebut kami akan menggunakan jalur hukum untuk menimbulkan efek jera.

Semoga Hyang Widhi Merestui Karma Yoga ini, ujar Yoga Saputra mengakhiri pernyataan sikap organisasinya.  (LE-DP)

Lenteraesai.id