BulelengHeadlines

Tersangka Menangis Jalani Rekonstruksi Buang Bayi di Kerobokan Buleleng

Singaraja, LenteraEsai.id – Isak tangis tersangka NH (24) tak terbendung saat berlangsungnya adegan reka ulang (rekonstruksi) kasus bayi perempuan di luar nikah yang dibuang dalam kardus di rumah milik Gusti Kadek Dwi Okayasa di Banjar Kloncing, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.

Rekonstruksi dilakukan di dua lokasi pada Selasa (6/4) dengan total 45 adegan yang harus diperankan tersangka NH, wanita yang masih berstatus mahasiswa pada sebuah perguruan tinggi itu.

Lokasi pertama dilakukan di rumah NH di Jalan Pulau Dewata, Kelurahan Penarukan, Kecamatan dan Kabupaten Buleleng. Sedangkan, lokasi kedua di rumah milik Gusti Kadek Dwi Okayasa di Banjar Kloncing, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan.

Jalannya rekonstruksi kasus ini diawasi langsung Unit PPA Reskrim Polres Buleleng dan dua jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng.

Dari pantauan di lapangan, NH nampak kelimpungan ketika melihat sejumlah petugas kepolisian mendatangi rumahnya. Tak berselang lama, NH terdengar menangis seakan menyesali perbuatannya. Tak pelak, sejumlah petugas dan keluarga yang mendampingi mesti menunda beberapa saat jalannya rekonstruksi tersebut.

Setelah wanita yang pada saat kejadian masih berstatus lajang itu tampak cukup tenang, baru rekonstruksi pertama dengan 30 adegan dapat dijalani NH, berikut seorang lelaki pasangannya berinisial GO (36).

Pada adegan ke-7, NH terungkap menjalani proses melahirkan seorang diri di dalam kamarnya, tanpa diketahui sejumlah penghuni rumah. Bayi perempuan malang itu, persisnya lahir pada Selasa (23/3) lalu sekitar pukul 11.00 Wita.

Bergeser ke lokasi kedua di rumah milik Gusti Kadek Dwi Okayasa di Banjar Kloncing, Desa Kerobokan. Pada adegan ke-31, terlihat bayi perempuan malang dibawa oleh NH menunggangi sepeda motor dari rumahnya. NH tiba di lokasi kedua sekitar pukul 14.00 Wita. Pada adegan ke-35, NH membungkus bayi sebelum meletakkannya di dalam sebuah kardus bekas berwarna cokelat.

Usai meletakkan bagi di lokasi kedua, NH meninggalkan tempat itu, hingga kemudian bayi ditemukan telah meninggal dunia oleh keluarga pemilik rumah di Banjang Kloncing, Desa Kerobokan.

Seizin Kapolres Buleleng, Kasubbag Humas Iptu Gede Sumarjaya didampingi KBO Reskrim AKP Suseno menjelaskan, kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka, dijerat dengan Pasal 181 KUHP dengan ancaman kurungan 9 bulan penjara.

“Kita tetapkan NH dan GO jadi tersangka dalam perkara ini. Kini, keduanya sudah resmi menikah. Keduanya kooperatif, sementara dalam memproses kasusnya kami tidak melakukan penahahan,” katanya, menjelaskan.  (LE-SN)

Lenteraesai.id