Setelah Erupsi Gunung Agung, Populasi Sapi di Karangasem Terus Meningkat

Amlapura, LenteraEsai.id – Kurang lebih setahun setelah erupsi Gunung Agung pada 2017, populasi sapi di Kabupaten Karangasem sempat mengalami penurunan karena banyak ternak yang dijual dengan harga murah. Namun seiring dengan berjalannya waktu, populasi kini kembali menggeliat.

“Saat ini, jumlah populasi sapi di Kabupaten Karangasem mencapai 126.437 ekor dan merupakan ternak sapi tertinggi kedua di Bali setelah Kabupaten Buleleng, kendati sistem peternakannya merupakan peternakan rakyat atau dalam skala kecil,” kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karangasem I Made Ari Susanta, di Amlapura, Jumat (26/3).

Bacaan Lainnya

Ari Susanta mengatakan, dengan menggeliatnya ternak sapi saat ini, diperlukan upaya-upaya percepatan dalam pengembangannya.

Dalam pengembangan komoditi ternak sapi Bali, segala upaya teknis dan penerapan teknologi anjuran dilaksanakan guna percepatan produksi dan perkembangan ternak, sehingga peternak dapat menikmati hasil dalam waktu yang efisien, ucapnya. 

Ke depan, lanjut Ari Susanta, Dinas Pertanian dan Peternakan akan mendorong masyarakat terutama petani ternak untuk mengembangkan ternak sapi bukan semata-mata untuk investasi, tapi menjadi komoditas bisnis yang hasilnya dapat diperoleh dalam waktu yang efisien dan dapat berkembang.

“Saat ini, terdapat 415 kelompok tani di Kabupaten Karangasem. Melalui lembaga kelompok tani ternak masyarakat tersebut, diharapkan dapat dengan mudah mengakses program dan kegiatan pemerintah dengan tetap berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan,” ujar Ari Susanta.

Untuk mempermudah peternak mendapat pelayanan, Dinas Pertanian dan Peternakan menyediakan unit layanan berupa UPTD Puskeswan, Pos Pelayanan Kesehatan Hewan, UPTD BPPP dan BPP yang tersebar di setiap kecamatan di Kabupaten Karangasem.

Selain itu, Dinas Pertanian dan Peternakan juga mempunyai program pengembangan sapi yakni Program ‘Sikomandan’ (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri) yang merupakan salah satu program nasional yang dilakukan pemerintah pusat untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak.

“Program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh para peternak untuk memperoleh pelayanan inseminasi buatan (IB), pemeriksaan kebuntingan dan penanganan gangguan reproduksi,” kata Ari Susanta.

Untuk menjalankan Program ‘Sikomandan’ tersebut, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karangasem sudah menyiapkan 42 orang petugas inseminator dan 12 tenaga medik veteriner guna memberikan pelayanan kepada para peternak di lapangan, ujar Kabid Susanta. (LE-Jun)  

Pos terkait