Denpasar, LenteraEsai.id – Forum Komunikasi Paguyuban Jawa Timur (FKPJ) melakukan audiensi dengan Gubernur Bali Wayan Koster, di rumah jabatan Gubernur Bali Jayasabha Denpasar. Rabu (10/3/2021)
Ketua Forum Komunikasi Paguyuban Jawa Timur (FKPJ) Anton Wahyudi yang didampingi Sekretaris Rudianto dan segenap pengurus lainnya, menyampaikan dan memperkenalkan diri sebagai unsur keterwakilan Forum Komunikasi Paguyuban Jawa Timur (FKPJ) di Bali.
Anton Wahyudi selaku ketua menyampaikan kepada Gubernur Bali, FKPJ ini dibentuk sebagai forum untuk silaturahim, serta saling membantu antarwarga Jawa Timur yang ada di perantauan yaitu Bali.
“FKPJ sendiri membawahi 30 daerah kabupaten dan kota yang ada di Jawa Timur, dan kini baru terbentuk paguyuban di Bali,” tutur Anton
Sedangkan Rudianto selaku Sekretaris Forum Komunikasi Paguyuban Jawa Timur (FKPJ) menyampaikan, organisasi FKPJ ini secara resmi tertuang dalam hasil musyawarah yang dilakukan tepat satu tahun yang lalu.
Mengenai hal yang melatarbelakangi terbentuknya FKPJ, Rudianto menyebutkan anatara lain karena pandemi Covid-19 yang melanda negeri, sehingga menuntut perlunya dilakukan langkah bersama untuk memerangi virus tersebut.
“FKPJ ini adalah sebuah paguyuban atau perkumpulan tempatnya warga Jawa Timur semua berkumpul, agar warga Jawa Timur bersatu, diikat agar kuat seperti sapu lidi di Bali, dan ada tempat rujukan bagi orang Jawa Timur yang mengembara di Bali,” ucap Rudi, panggilan akrab Rudianto.
Pada kesempatan itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengajak masyarakat dari semua agama, suku dan golongan yang tinggal di Pulau Dewata untuk ikut bersama-sama membangun Bali dengan mendukung segala program yang dilaksanakan pemerintah daerah. Tak hanya itu, ia pula mengajak betapa pentingnya menjaga kondusifitas Bali sebagai daerah yang bertumpu pada sektor pariwisata. Ajakan itu disampaikan Gubernur Koster saat menerima pengurus FKPJ tersebut.
“Mari secara bersama-sama kita jaga Bali tanpa melihat suku, agama, ras dan golongan. Seluruh krama Bali siapa pun itu, asal sudah tinggal di Bali wajib membangun Bali. Jangan sampai ada orang yang datang ke Bali tujuannya hanya untuk merusak Bali. Jikapun ada, mari kita hadapi bersama-sama. Kita harus bangun kesadaran Bali milik kita bersama, jadi harus dijaga sebaik–baiknya dengan penuh tanggung jawab agar Bali tetap ajeg,” kata Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini.
“Merupakan tanggung jawab saya selaku Gubernur Bali untuk membina seluruh masyarakat tanpa memandang suku, agama ras dan golongan. Saya sangat meyakini selalu memberikan contoh kerukunan dalam pelaksanaan kehidupan sehari-hari. Di Bali kehidupan beragama sangat baik, interaksi sangat guyub, inilah hal-hal penting yang perlu dibangun guna kemajuan Bali,” katanya.
Lebih jauh, Gubernur Koster juga menyinggung peranan masyarakat Bali yang berhasil menekan laju penyebaran wabah Virus Corona melalui keberadaan desa adat, yang sudah barang tentu juga sepatutnya diikuti oleh umat yang lain untuk ikut berperan dalam mencegah penyebaran pandemi Covid-19.
Pada skhir pertemuan Gubernur Bali Wayan Koster menerima baju Forum Komunikasi Paguyuban Jawa Timur (FKPJ) dan bersedia didaulat menjadi pembina kehormatan FKPJ. (LE-DP)







