BadungHeadlines

Bule Inggris yang Bunuh Polisi di Kuta Bali Telah Dideportasi

Badung, LenteraEsai.id – David James Taylor, warga negara Inggris yang dijatuhi hukuman 6 tahun penjara karena membunuh seorang anggota Polri di Kuta-Bali, telah dinyatakan usai menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kerobokan, Badung.

Sehubungan dengan itu, David yang terbukti menghabisi nyawa Aipda Wayan Sudarsa, anggota Polsek Kuta, telah dideportasi keluar dari  Indonesia menuju negara asalnya pada Jumat (12/2) dini hari sekitar pukul 00.45 WIB.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk dalam siaran persnya menyatakan, warga negara Inggris tersebut meninggalkan wilayah Indonesia menggunakan pesawat terbang Qatar Airways QR 955 dengan rute penerbangan Jakarta-Doha yang dioperasikan oleh Qatar Airways pada hari Jumat, 12 Februari pukul 00:45 WIB.

Selanjutnya dengan penerbangan QR 003 yang dioperasikan oleh Qatar Airways, pada pukul 07.45 Wita berangkat dari Doha menuju London, Inggris, ucapnya.

Ia menyebutkan, dari aspek keimigrasian, warga berkebangsaan Inggris tersebut telah melakukan pelanggaran keimigrasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (1) jo Pasal 170 Ayat 2 KUHP, sehingga kepada yang bersangkutan dikenai Tindakan Administratif Keimigrasian berupa Pendeportasian, sekaligus namanya akan dimasukkan ke dalam Daftar Penangkalan.

David James Taylor sempat mendekan di Lapas Kerobokan setelah dijatuhi hukuman 6 tahun penjara karena terbukti telah menghabisi nyawa Aipda Wayan Sudarsa, anggota Polsek Kuta, pada 17 Agustus 2016 di depan Hotel Pullman Kuta.

David melakukan perbuatan pidana itu bersama kekasihnya Sara Cannon, warga negara Australia, yang juga telah dijatuhi hukuman selama 4 tahun penjara.

Sara Cannon tercatat telah terlebih dahulu dideportasi ke negaranya, sehubungan masa hukumannya di Lapan Kerobokan telah dinyatakan usai dijalani pada 2020 lalu.

Kini, David yang mendapat remisi atau pemotongan hukuman selama 18 bulan 15 hari, pada Kamis (11/2) lalu masa hukumannya dinyatakan telah berakhir, sehingga pihak Kemenkumham Bali secepatnya melakukan langkah deportasi.   (LE-DP)

Lenteraesai.id