Karangasem, LenteraEsai.id – Hari pertama vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Karangasem pada Selasa (26/1) yang diikuti oleh aparatur Forkopimda berjalan dengan cukup lancar, walaupun sempat terjadi penundaan dalam beberapa menit karena saat dilakukan skrining para peserta tensinya cukup tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama mengatakan, proses vaksinasi Covid-19 ini memang berbeda dari vaksinasi yang lain, yang biasanya dilakukan selama ini.
“Jadi vaksinasi Covid-19 tidak bisa dilakukan sembarangan. Dalam satu sesi vaksinasi untuk 20 orang peserta, bisa memakan waktu dari pagi sampai sore,” ucapnya.
Ia menyebutkan, proses vaksinasi diawali dengan para peserta mengisi formulir administrasi, selanjutnya dilakukan skrining kemudian baru divaksin. Setelah divaksin, dilakukan observasi kepada setiap peserta.
“Untuk proses skrining ini memang cukup ketat. Para peserta akan diberikan 16 pertanyaan yang ada di aplikasi, termasuk pengecekan tensi. Jika tensinya terlalu tinggi, maka proses vaksinasi akan ditunda selama 10 sampai 15 menit, setelah itu dicek lagi. Jika masih tinggi, maka akan ditunda selama 3 sampai 7 hari. Setelah tensi normal baru bisa dilakukan vaksinasi,” kata Putra Pertama, menjelaskan.
Menurut dia, hal tersebut dilakukan untuk menghindari resiko pascamendapat suntikan vaksinasi. “Jadi proses skrining ini sangat penting kami lakukan dengan ketat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pascavaksinasi,” ujar Putra Pertama.
Kepala Puskesmas Karangasem I drg Ni Luh Sri Panca Parwita Sari mengatakan, untuk tensi normal yang bisa mengikuti vaksinasi Covid-19 adalah 120 per 70. Jika tensinya 130 masih bisa dilakukan vaksinasi, tapi yang di atas 130, vaksinasinya akan ditunda.
Parwita Sari menambahkan, ada banyak faktor yang mempengaruhi tensi seseorang jadi naik, salah satunya adalah banyak pikiran. “Jadi sebelum melakukan vaksinasi, tidak boleh terlalu banyak pikiran. Selain itu pola makan juga harus dijaga dan banyak minum air putih,” katanya.
Dari 10 orang yang direncanakan melakukan vaksinasi Covid-19 di hari pertama, hanya 8 orang yang melakukan vaksinasi, sedangkan 2 orang batal melakukan itu, 1 orang tidak bisa hadir karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, dan 1 yang lain memiliki riwayat penyakit komorbid, ujar Parwita Sari. (LE-Jun)







