HeadlinesKlungkung

Polisi Gerebek Tajen di Madenan, 5 Penyelenggara Ditangkap, Seorang masih Bocah

Denpasar, LenteraEsai.id – Judi sabung ayam atau tajen yang diselenggarakan di Dusun Sangambu, Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, digerebek pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali.

Dalam penggerebekan yang dilakukan pada Kamis (14/1) siang sekitar pukul 13.00 Wita itu, polisi meringkus 5 orang selaku penyelenggara, mulai dari pemrakarsa, wasit dan pekembar hingga pemegang uang cuk. Mirisnya, tersangka pemegang uang cuk ini merupakan bocah yang masih di bawa umur.

Kelima tersangkan itu masing-masing I Gede Suwartika (44) selaku pemrakarsa, didampingi anaknya KEA (14) sebagai pemegang uang cuk. Selain itu juga I Nyoman Redana (56) selaku pekembar, serta I Ketut Mawan (38) dan I Gede Monol (44), keduanya sebagai wasit.

Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro saat gelar rilis perkara di Mapolda Bali di Denpasar, Jumat (15/1) mengatakan, penindakan ini dilakukan selain karena judi memang dilarang, juga mereka yang ambil bagian tidak mengindahkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

“Awalnya kami amankan 10 orang. Namun setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, penyidik menetapkan 5 orang menjadi tersangka,” ujar Kombes Djuhandani.

Siang itu juga para tersangka digiring ke Kantor Ditreskrimum Polda Bali bersama barang bukti berupa 35 ekor ayam aduan dan uang judi Rp 6,9 juta, serta satu lembar spanduk pengumuman, dua buah tas kecil berisi taji, 11 kurungan ayam tajen, dan kelengkapan lainnya.

“Para tersangka kami jerat dengan Pasal 303 KUHP junto Pasal 2 UU RI Nomor 7 tahun 1974 junto Pasal 93 junto Pasal 9 UU RI Nomor 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun,” ungkap Kombes Djuhandani

Ia menyebutkan, penindakan terhadap para penyelenggara tajen ini sebagai bentuk keseriusan Polda Bali dalam memberantas tindak perjudian, sekaligus sebagai upaya menekan peningkatan jumlah warga terkonfirmasi positif Covid-19.

“Salah satu faktor penularan Covid-19 adalah kerumunan, di mana tajen terbukti mengundang kerumunan. Kami lihat para tersangka sama sekali tidak peduli dengan situasi pandemi Covid-19 yang saat ini belum  menunjukan adanya penurunan,” ujar Dirreskrimum, geram.

Dirreskrimum mengungkapkan, penindakan judi tajen ini juga dilakukan oleh jajaran di kewilayahan, yakni Polres/Polresta di Bali. Saat ini yang sudah mendapatkan hasil yakni Polres Badung, Polres Jembrana, Polres Bangli, Polres Karangasem, dan Polres Klungkung, ucapnya.  (LE-DW)

Lenteraesai.id