Pengusaha Australia Ditemukan Tewas di Pantai Suluban Badung

Petugas mengevakuasi jenazah yang ditemukan tewas di Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali

Badung, LenteraEsai.id – Taras Mulik (40), pria yang diketahui sebagai seorang pengusaha asal Australia, ditemukan tewas di Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung pada Senin (11/1) pagi sekitar pukul 08.45 Wita.

Korban pertama kali ditemukan tak lagi bernyawa dalam posisi tertelungkup di atas hamparan pasir oleh seorang pengunjung pantai yang pagi itu hendak melakukan kegiatan surfing.

Bacaan Lainnya

Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi ketika dihubungi siang harinya membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tentang adanya warga negara asing yang tewas di pinggir Pantai Suluban, Desa Pecatu.

Pengunjung pantai yang pertama kali menemukan korban, kata Iptu Sukadi, mengira ada pria yang tengah tertidur. Namun karena posisinya tengkurap, pengunjung itupun curiga hingga kemudian mendekati korban. Setelah dilihat dari dekat, pria itu curiga kalau korban telah meninggal dunia.

Pengunjung pantai itupun selanjutnya melaporkan temuannya kepada pecalang setempat, yang kemudian meneruskannya ke Polsek Kuta Selatan dan Satpolair Polresta Denpasar. “Polisi yang menyusul datang melakukan pemeriksaan, ternyata benar korban sudah meninggal dunia,” ungkap Iptu Sukadi.

Secara kasat mata, polisi belum dapat  menyimpulkan penyebab kematian korban. Saat ditemukan, tubuh korban terlihat masih utuh, tidak ada tanda-tanda bekas aksi kekerasan, serta belum tercium bau busuk sebagaimana layaknya orang mati dalam tempo yang sudah cukup lama.

Kasubag Humas menyebutkan, sekitar pukul 10.00 Wita, jasad korban dievakuasi petugas ke RSUP Sanglah Denpasar untuk dilakukan pemeriksaan secara medis mengenai sebab-sebab kematiannya.

Sementara itu, pria yang diketahui seorang pengusaha asal Negeri Kanguru, selama di Bali terungkap tinggal di Jalan Pantai Suluban, Desa Pecatu, tidak jauh dari lokasi yang bersangkutan ditemukan telah menjadi mayat.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis dari RSUP Sanglah Denpasar. Kepolisian tidak bisa menduga-duga mengenai penyebab kematian korban,” ujar Iptu Sukadi sembari menjelaskan, meskipun mayat korban ditemukan di pinggir pantai, tetapi tidak bisa langsung disimpulkan bahwa korban tewas akibat tenggelam.  (LE-DW)

Pos terkait