judul gambar
DenpasarHeadlines

Diringkus, Penipu yang Catut Nama Pejabat Polri

Denpasar, LenteraEsai.id- Seorang pria bernama Stevanus Abraham Antonie (43) diringkus Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali, pada Rabu (23/12).

Pria asal Jakarta Timur yang tinggal di Denpasar itu diringkus diduga melakukan tindak pidana penipuan dengan mencatut nama belasan pejabat Polri. Terakhir dia menipu di Wisma Bharuna. Pelaku memperdaya korban dengan mengaku sebagai Direktur Tipidter Bareskrim Polri atas nama Brigjen Pol Sahar. 

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bali, Kombes Pol Juliar Kus Nugroho dikonfirmasi, Kamis (24/12) mengatakan kasus tersebut terungkap setelah dilaporkan oleh kuasa hukum korban Ferdinand N Iskandar tentang adanya dugaan tindak pidana penipuan dengan mengatasnamakan pejabat Polri.

Modus yang digunakan pelaku menghubungi adalah menghubungi korban melalui WhatsApp (WA) dengan nomor 0817199920. Melalui WA itu pelaku mengaku sebagai Direktur Tipidter Bareskrim Polri atas nama Brigjen Pol Sahar. Selanjutnya meminta kepada korban agar dibantu biaya operasional dan dikirimkan ke rekening Bank Mandiri dengan nomor 1450013523234 atas nama Rehana. Pada Selasa (1/12) korban mengirimkan uang sebesar Rp 500.000 ke rekening tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan, dapat diketahui bahwa pemilik rekening Bank Mandiri tersebut tinggal atau beralamat di Jalan Gunung Kelimutu Gang IX Nomor 6 Denpasar Barat. Selanjutnya pada hari Rabu (23/12) pukul 11.00 Wita petugas datang ke alamat tersebut dan bertemu dengan seseorang perempuan yang bernama Rehana. Berdasarkan hasil interogasi, memang benar bahwa yang bersangkutan adalah selaku pemilik rekening Bank Mandiri dengan nomor 1450013523234 yang dibuka pada tanggal 28 September 2020 atas permintaan dari saudara Stevanus Abraham Antonie (tersangka).

Bahwa rekening tersebut nantinya akan dipergunakan oleh saudari Rehana untuk menerima kiriman uang untuk pembelian barang-barang yang diperlukan oleh tersangka. Adapun fasilitas yang diterima atas pembukaan rekening Bank Mandiri tersebut berupa buku tabungan dan kartu ATM yang dikuasai oleh saudari Rehana dan fasilitas m-banking yang dikuasai oleh tersangka.

“Rehana mengaku tidak mengetahui bahwa terdapat uang masuk ke rekening tersebut pada tanggal 1 Desember 2020 sebesar Rp 500.000. Dari keterangan tersebut selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap tersangka,” ungkap Kombes Nugroho.

Berdasarkan hasil interogasi tersangka mengakui perbuatannya telah melakukan penipuan terhadap korban. Selain itu terhadap banyak korban lainnya dengan mengaku atas nama pejabat Polri. “Modus yang digunakan pelaku adalah memasang foto profil pejabat Polri pada nomor WA. Tersangka sudah kami amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya. (LE-DW)

Lenteraesai.id