Perkuat Gerakan Tertib Adminduk, TP PKK Badung Studi Komparasi ke Kota Yogyakarta

Perkuat Gerakan Tertib Adminduk, TP PKK Badung Studi Komparasi ke Kota Yogyakarta
TP PKK Badung studi komparasi ke Pemerintah Kota Yogyakarta. (Foto: Pemkab Badung)

Badung, LenteraEsai.id – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Badung berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tertib administrasi di wilayahnya. Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan studi komparasi ke Pemerintah Kota Yogyakarta guna memperdalam tata kelola administrasi kependudukan (Adminduk) sekaligus memperkuat peran strategis kader PKK dalam menggerakkan kesadaran masyarakat di lini terbawah.

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Turut mendampingi dalam kunjungan kerja tersebut Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Badung I Nyoman Rudiarta, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Komang Budhi Argawa, serta jajaran pengurus inti PKK, kader Posyandu, K3S, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung.

Bacaan Lainnya

Kedatangan rombongan dari Bumi Keris ini disambut hangat oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta, Septi Sri Rejeki, bersama jajaran pejabat struktural setempat di Ruang Kunti, Balai Kota Yogyakarta, Jumat (21/08/2026). Pertemuan berlangsung interaktif dengan fokus pembahasan pada inovasi digitalisasi data dan optimalisasi kader komunitas.

Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa memberikan apresiasi mendalam atas penerimaan yang sangat baik dan keterbukaan dari jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta. Ia menegaskan bahwa pemilihan Kota Yogyakarta sebagai lokus studi komparasi didasarkan pada rekam jejak kota tersebut yang dinilai sangat progresif dalam melahirkan berbagai terobosan pelayanan Adminduk.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemkot Yogyakarta. Studi komparasi ini merupakan peluang yang sangat berharga bagi Kabupaten Badung untuk membedah praktik terbaik (best practices), melihat langsung inovasi pelayanan hulu ke hilir, serta mengadopsi strategi pemberdayaan kader yang efektif dalam membangun ekosistem masyarakat sadar Adminduk,” ungkapnya.

Oleh karena itu, keberadaan kader PKK sebagai mitra strategis pemerintah di garis depan memiliki peran yang sangat krusial. Kader PKK bersentuhan langsung dengan aktivitas rumah tangga sehari-hari, sehingga menjadi instrumen paling efektif untuk melakukan deteksi dini terhadap warga yang belum memiliki dokumen kependudukan lengkap.

“PKK memiliki jejaring yang kuat hingga tingkat dasawisma. Peran ini sangat strategis untuk mengedukasi keluarga secara langsung. Melalui momentum silaturahmi dan studi komparasi ini, kami berharap dapat melahirkan kolaborasi yang konkret dan membawa perubahan signifikan terhadap peningkatan mutu pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Badung maupun Kota Yogyakarta,” imbuhnya.

Kunjungan strategis ini diharapkan mampu mempertegas komitmen bersama dalam mengintegrasikan program kerja PKK dengan program kerja Disdukcapil. Fokus utamanya meliputi perluasan jangkauan sosialisasi, percepatan perekaman data, hingga akselerasi migrasi menuju digitalisasi dokumen kependudukan demi mewujudkan kesejahteraan keluarga yang merata.

Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil Kota Yogyakarta, Septi Sri Rejeki, menyambut positif kehadiran TP PKK Badung. Ia membenarkan bahwa ketertiban administrasi kependudukan merupakan fondasi utama dalam merancang program kesejahteraan keluarga, yang secara linier selaras dengan sepuluh program pokok PKK.

“Melalui gerakan sadar Adminduk, peran serta kader PKK di unit terkecil masyarakat sangat menentukan validitas data makro daerah, mulai dari tingkat keluarga, desa, kelurahan, hingga kabupaten dan kota. Di Kota Yogyakarta, kami berkolaborasi erat dengan kader untuk menjalankan sistem pelayanan jemput bola, sosialisasi mandiri, hingga aktivasi masif Identitas Kependudukan Digital (IKD),” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa transformasi pelayanan publik harus dilakukan secara dinamis dan berkelanjutan demi menuju kesempurnaan sistem. Kunjungan dari Pemkab Badung ini menjadi ruang diskusi yang produktif bagi kedua daerah untuk saling bertukar pengalaman, mengevaluasi kendala lapangan, serta memperkaya referensi inovasi pelayanan publik demi kemudahan masyarakat luas.

“Kami berharap rangkaian studi komparasi ini memberikan manfaat nyata yang dapat langsung diterapkan di daerah masing-masing. Semoga jalinan komunikasi antar-daerah ini terus terjaga demi kemajuan gerakan PKK dan pelayanan Adminduk yang prima,” pungkasnya. (LE-VJ)

Pos terkait