Demokrat Denpasar Hidupkan Semangat Tri Hita Karana Lewat Gerakan Langit Biru

Demokrat Denpasar
Kesolidan pengurus DPC Partai Demokrat Kota Denpasar - (Foto: Dok LenteraEsai)

Denpasar, LenteraEsai.id — Menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan berbicara tentang kebersihan. Kesadaran itu harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan dilakukan bersama-sama.

Semangat tersebut menjadi pesan utama yang dibawa Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Denpasar dalam rangkaian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat. Mengusung gerakan “Langit Biru Indonesia Asri”, para kader Demokrat Denpasar turun langsung melakukan penghijauan dan aksi bersih-bersih lingkungan dengan mengangkat nilai kearifan lokal Bali, Tri Hita Karana.

Bacaan Lainnya

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Denpasar, Drs. A. A. Ketut Asmara Putra atau Gung Cilik, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan lingkungan yang diinisiasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat dan dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah atas arahan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Yang menarik, semangat HUT ke-25 diterjemahkan secara simbolis ke dalam aksi penghijauan. DPC Demokrat Denpasar menyiapkan 75 bibit tanaman, yang terdiri atas 25 pohon kepundung, 25 pohon cempaka, dan 25 pohon kembang sepatu.

Bagi Demokrat Denpasar, angka tersebut bukan sekadar jumlah tanaman. Angka 25 menjadi simbol perjalanan seperempat abad Partai Demokrat sekaligus pengingat bahwa peringatan hari jadi semestinya meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dan lingkungan.

“Momentum ulang tahun ini kami jadikan kesempatan untuk berbuat sesuatu yang nyata bagi lingkungan. Kami ingin masyarakat melihat bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Gung Cilik.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan gerak jalan bersama. Dari sana, para kader melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan bermotor menuju kawasan Kintamani.

Di kawasan tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon di sekitar Danau Batur dan kawasan Bukit Penulisan. Aksi kemudian diteruskan dengan kegiatan bersih-bersih di kawasan Pantai Sanur, Denpasar.

Rangkaian kegiatan itu sekaligus menggambarkan pesan yang ingin dibangun Demokrat Denpasar: kepedulian terhadap lingkungan tidak mengenal batas wilayah. Dari kawasan pegunungan hingga pesisir, alam Bali membutuhkan perhatian dan keterlibatan semua pihak.

Menanam Pohon, Menanam Kesadaran

Selain penghijauan, persoalan sampah menjadi perhatian penting dalam kegiatan tersebut.

Gung Cilik menilai persoalan sampah plastik tidak dapat diselesaikan hanya melalui kegiatan bersih-bersih sesaat. Diperlukan perubahan perilaku masyarakat, terutama melalui kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Ia mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kota Denpasar yang mendorong pemilahan sampah organik dan anorganik. Menurutnya, kebijakan tersebut akan semakin efektif apabila mendapatkan dukungan dari masyarakat.

Kesadaran itu menjadi semakin penting karena Bali tidak hanya menjadi tempat tinggal masyarakat, tetapi juga salah satu destinasi pariwisata dunia. Kebersihan lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan pariwisata Bali.

“Kalau kita ingin Bali tetap menjadi destinasi pariwisata dunia yang bersih dan asri, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat juga harus terlibat,” tegasnya.

Karena itu, gerakan lingkungan yang dilakukan Demokrat Denpasar diarahkan bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial. Ada pesan edukasi yang ingin ditanamkan, terutama kepada masyarakat dan generasi muda, bahwa menjaga lingkungan merupakan investasi jangka panjang.

Tri Hita Karana sebagai Napas Gerakan

Nilai lokal Bali menjadi fondasi dalam seluruh rangkaian kegiatan tersebut.

Gung Cilik menjelaskan, konsep Tri Hita Karana yang terdiri atas Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan menjadi landasan untuk membangun keseimbangan kehidupan.

Parahyangan mengajarkan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan. Pawongan menekankan pentingnya hubungan antarmanusia. Sementara Palemahan mengajarkan manusia untuk menjaga hubungan yang harmonis dengan alam dan lingkungan.

Dalam konteks kegiatan HUT ke-25 Partai Demokrat, ketiga nilai tersebut diwujudkan melalui kegiatan keagamaan dan penghormatan terhadap alam, kebersamaan kader bersama masyarakat, serta aksi penghijauan dan pembersihan lingkungan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk keterikatan dan komitmen kami pada prinsip dasar di Bali, yaitu Tri Hita Karana. Terutama hubungan kita dengan alam lingkungan atau Palemahan. Harapan kami, ini menjadi edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat bahwa alam harus kita pelihara dan dikembalikan fungsinya dengan baik,” kata Gung Cilik.

Merayakan Ulang Tahun dengan Kebersamaan

Semangat HUT ke-25 tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan lingkungan. Menjelang puncak peringatan pada 9 September, DPC Demokrat Denpasar juga membangun kebersamaan melalui berbagai lomba kerakyatan yang merepresentasikan unsur Pawongan dalam Tri Hita Karana.

Sebanyak delapan jenis lomba digelar dengan melibatkan kader dan masyarakat. Mulai dari tarik tambang, permainan kelereng atau guli, makan kerupuk, karaoke, hingga lomba makan jajanan dengan cara yang mengundang tawa dan kegembiraan.

Suasana tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarkader sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.

Dengan demikian, peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Denpasar tidak hanya menjadi perayaan politik. Momentum tersebut dikemas sebagai ruang untuk memperkuat kepedulian sosial, merawat lingkungan, dan membangun kebersamaan.

Melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Demokrat Denpasar ingin meninggalkan pesan bahwa politik juga dapat hadir melalui kerja-kerja sosial yang sederhana, tetapi memiliki dampak nyata.

Satu pohon yang ditanam mungkin terlihat kecil. Satu kawasan yang dibersihkan mungkin belum menyelesaikan persoalan lingkungan. Namun ketika dilakukan bersama-sama dan menjadi kebiasaan, langkah kecil tersebut dapat tumbuh menjadi gerakan besar.

Di usia seperempat abad, DPC Partai Demokrat Kota Denpasar berharap semangat tersebut terus dijaga: bergotong royong bersama masyarakat, merawat alam Bali, memperkuat kebersamaan, sekaligus membangun kembali kejayaan Partai Demokrat melalui kerja nyata yang memberi manfaat. (LE-Vivi)

 

 

 

 

 

Pos terkait