HeadlinesKarangasem

Desa Adat Gegelang Laksanakan Nyapu Leger Massal Selama 7 Hari

Karangasem, LenteraEsai.id – Desa Adat Gegelang, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem akan menggelar upacara Nyapu Leger massal selama sepekan pada bulan Januari 2021 mendatang.

Pelaksanaan upacara sebagai sarana pembersih diri serta lingkungan semesta secara sekala dan niskala itu, menindaklanjuti hasil paruman prajuru desa adat bersama Sabda Desa dan Kertha Desa Gegelang.

“Kami sepakat untuk melaksanakan upacara Nyapu Leger massal pada Wuku Wayang bulan Januari 2021 mendatang,” kata Kelian Adat Desa Gegelang Jro Mangku Ketut Artha selaku panitia penyelenggara upacara tersebut, di Gegelang, Senin (7/12/2020).

Ia menyebutkan, pendaftaran untuk warga yang berniat ikut serta, sudah dibuka sejak 15 November lalu dan akan ditutup pada tanggal 25 Desember 2020.

Untuk pendaftarannya bisa langsung datang ke Sekretariat Desa Adat Gegelang yang bertempat di lantai 2 Kantor LPD Desa Gegelang atau bisa juga melalui Kelian Adat Banjar Gegelang.

“Untuk biaya pendaftarannya hanya Rp 1.000.000 saja untuk tiap peserta yang ikut melakukan pebayuhan Sapu Leger yang akan digelar secara massal tersebut,” kata Mangku Artha.

Sampai saat ini, lanjut Mangku Artha, sudah terdaftar 23 peserta yang tidak hanya berasal dari Desa Gegelang, namun juga dari luar desa.

“Karena upacara pebayuhan Sapu Leger ini tidak hanya untuk masyarakat Desa Gegelang saja, tapi warga yang dari luar desa pun diperbolehkan ikut serta,” kata Mangku Artha.

Pesertanya pun tidak dibatasi karena acara pebayuhan Sapu Leger ini berlangsung selama 7 hari berturut-turut, mulai tanggal 3 sampai 9 Januari 2021. Waktunya cukup panjang, dan tentu dengan mengedepankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Yang lahir hari Minggu kita akan bayuh hari Minggu, yang lahir hari Senin kita akan bayuh hari Senin. Begitupun seterusnya sampai hari Sabtu, sehingga waktunya pas satu pekan,” ujar Mangku Artha, menjelaskan.

Ia mengatakan bahwa upacara Sapu Leger massal ini merupakan untuk yang pertama kalinya diselenggarakan di Desa Adat Gegelang, dan anggarannya pun sepenuhnya dari Desa Adat Gegelang.

“Untuk anggarannya kami menyiapkan Rp 15.000.000 per hari. Itu sudah lengkap dengan banten Penyapu Leger, Wayang dan Ratu Pedanda,” ucap Mangku Artha.

Mengenai tempatnya akan dilaksanakan di Pempatan Agung Banjar Gegelang, Desa Gegelang, dengan melihatkan petugas yang berwenang melakukan pengawasan dan penertiban terhadap protokol kesehatan Covid-19, ujarnya, mengungkapkan.  (LA-Jun)

Lenteraesai.id