HeadlinesKarangasem

Karangasem Dicap Tertinggal, Krama Buana Giri Kompak Pilih Dana-Dipa

Karangasem, LenteraEsai.id – Mendekati Pemilukada Karangasem pada 9 Desember mendatang, dukungan untuk pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem nomor urut 1 Gede Dana-Artha Dipa semakin tidak terbendung.

Soliditas warga terus menguat, salah satunya ditunjukkan ketika Gede Dana mendapat undangan kampanye dari Dadia Karang Anyar Tangkas Kori Agung untuk bersimakrama yang dilangsungkan di Balai Wantilan Dadia Karanganyar Tangkas Kori Agung, Lingkungan Banjar Komala, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem, pada hari Senin tanggal 23 November 2020. Kegiatan ini difasilitasi tokoh masyarakat setempat, Made Sukadana Blonik.

Kehadiran Gede Dana rupanya sudah ditunggu-tunggu warga. Begitu turun dari kendaraan, warga berbondong ingin menyapa, namun tetap mengedepankan protokol kesehatan dengan memakai masker serta menjaga jarak.

Berhubung ada pembatasan jumlah warga yang bisa masuk mengikuti simakrama, akhirnya sebagian memilih berdiri di luar wantilan untuk mendengarkan pidato dari politisi asal Datah, Abang tersebut.

Simakrama tampak dibuka Komang Gatri, tokoh masyarakat yang juga Kelian Dadia Karang Anyar Tangkas Kori Agung. Ia menyatakan bahwa warga sudah membulatkan tekad untuk bukan hanya mendukung, akan tetapi juga mencoblos dan solid ingin memenangkan Gede Dana untuk menjadi Bupati Karangasem.

“Tekad kami sudah bulat, karena kami sangat yakin Pak Gede Dana akan mampu membawa Karangasem ke arah yang lebih baik, Karangasem Era Baru. Bersyukur dengan adanya simakrama ini, warga ingin tahu jelas dan rinci mengenai program yang akan direalisasikan Pak Gede Dana jika nanti menjabat sebagai Bupati Karangasem,” katanya.

Menurut Gatri, selama ini Karangasem mendapat cap sebagai kabupaten paling tertinggal yang selalu dikalahkan oleh kabupaten lain di Bali. Melalui kepemimpinan Gede Dana, astungkara Karangasem akan menjadi lebih baik nantinya.

“Rakyat kini menginginkan punya pemimpin yang merakyat, yang tidak berubah serta tidak berjarak jauh dari rakyatnya. Ini saya rasa hanya ada pada Gede Dana,” ujar Gatri sembari menambahkan, berkaca dari pengalaman yang sudah-sudah, beberapa kali punya pemimpin, selalu sulit untuk bisa ditemui oleh rakyatnya.

Sementara itu, Gede Dana yang didampingi anggota DPRD Karangasem I Made Wirta dalam paparannya mengatakan, mengusung visi misi Nangun Sat Kertih Loka Bali dengan 5 program unggulan melalui pola pembangunan semesta berencana, senantiasa akan dilakukan pihaknya dengan tulus, fokus dan lurus untuk mengabdi kepada Karangasem, sehingga rela mundur dari kursi Ketua DPRD Kabupaten Karangasem.

“Ini tidak bisa dibiarkan, di mana Karangasem memerlukan kepemimpinan yang siap ngayah sekala niskala untuk membangun Karangasem. Astungkara, jika nanti saya menjadi Bupati Karangasem, sejumlah prioritas seperti pembangunan perguruan tinggi negeri akan segera direalisasikan. Selama ini, siswa siswa yang ingin kuliah, harus jauh-jauh meninggalkan daerah untuk melanjutkan pendidikan. Ini bisa dicarikan solusi dengan membangun perguruan tinggi negeri, sehingga bisa berkontribusi menggerakkan ekonomi kerakyatan di Karangasem,” kata Gede Dana.

Pada akhir pembicaraan, Gede Dana juga membahas untuk penyediaan ambulans gratis di setiap kecamatan sehingga pasien kurang mampu tidak akan mengalami kesulitan untuk akses berobat ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat. Jangan sampai karena tidak ada kendaraan untuk mengantar ke tempat berobat, keluarga kurang mampu jadi terhambat ketika ingin berobat, katanya.  (LE-KR)

Lenteraesai.id