Nestapa Pekak Usia 90 Tahun, Menderita Sakit dan Hidup Sendirian di Lahan Orang

I Wayan Gembeng (90) tinggal di wilayah Banjar Dinas Bias, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem

Karangasem, LenteraEsai.id – Kehidupan nestapa dijalani seorang pekak bernama I Wayan Gembeng (90), yang hidup sendirian menumpang tinggal di lahan milik orang lain di wilayah Banjar Dinas Bias, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.

Ketika ditemui tim media LenteraEsai baru-baru ini, Pekak Gembeng mengisahkan bahwa pada masa mudanya ia merupakan petani penggarap yang kuat. Sehari-hari, ia menghabiskan waktu di ladang sebagai penyakap atau penggarap lahan tetangganya.

Bacaan Lainnya

Berhubung penghasilannya kecil, impiannya untuk memiliki lahan garapan sendiri pun tidak pernah kesampaian. Padahal, sudah puluhan tahun ia bermimpi bisa membangunkan rumah untuk sang istri tercinta. Akan tetapi, impian itu tidak pernah terkabulkan.

Waktu terus berjalan, hingga akhirnya sang istri meninggal dunia sebelum rumah yang diimpikan bisa terwujud. Kini Pekak Gembeng tinggal seorang diri di gubuk sederhana, berhubung ia pun tidak memiliki anak atau keturunan.

Pekak Gembeng belakangan semakin khawatir kalau suatu saat akan tergusur, dikarenakan lahan yang ditempatinya memang milik tetangganya. Beberapa waktu lalu, ia sempat mau digusur pemilik tanah, karena lahan itu mau dikontrakkan kepada investor asing untuk dibangun fasilitas pariwisata. Namun mendadak batal karena Virus Corona mulai melanda, sehingga Pekak Gembeng pun urung ‘dieliminasi’ dari lahan tersebut.

Saat Tim Yayasan Kita Peduli bersama Tim Relawan Dewata Berbagi dari Ubud datang menengok untuk membawakan sembako, mereka menemui Pekak Gembeng sedang kesakitan karena menderita penyakit kulit.

Salah seorang pembina Yayasan Kita Peduli Ketut Suardana alias Pak Ping, lantas berupaya mencarikan dokter untuk mengobati. “Untung akhirnya ada dr Andika Prabawa yang berpraktik di Kubu, di mana beliau sering membantu Yayasan Kita Peduli dalam misi sosial kemanusiaan dari desa ke desa,” ujarnya.

Dia melanjutkan, mengingat iba melihat nasib Pekak Gembeng, selanjutnya direncanakan untuk program bedah rumah, yang nantinya mudah-mudahan bisa dibangun di atas tanah milik keluarga Pekak Gambeng.

“Kami sedang mengupayakan itu. Dan apabila ada warga atau donatur yang ingin berbagi, bisa menghubungi Yayasan Kita Peduli (no telp: Wa 081-916-254-990) atau search Dewata Berbagi. Nanti uang donasi akan langsung kami serahkan kepada Pekak Gembeng,” katanya, mengetuk hati para dermawan.  (LE-KR)

Pos terkait