Disambut Krama Sidemen, Gede Dana: Motif Tenun Akan Dipatenkan untuk Jaga Budaya

Sidemen, LenteraEsai. id – Tenun Sidemen selama ini merupakan kekayaan budaya yang memiliki keunikan tersendiri, dan sebagai warisan leluhur yang patut dilestarikan.

“Selama ini pemimpin Bali Bapak Wayan Koster beserta Ibu Putri Koster sudah beberapa kali ke Sidemen, dan menyaksikan langsung kekayaan budaya tenun ini, baik berupa songket atau tenun. Beliau sangat terkesan karena tenun masih terjaga keberadaannya dan bertekad melakukan langkah untuk menjaga pelestariannya serta mensejahterakan pelaku usahanya,” demikian disampaikan Gede Dana selalu calon Bupati Karangasem nomor urut 1 ketika mengadakan kampanye silaturahmi yang berlangsung di Banjar Punia, Desa Sinduwati, Kecamatan Sidemen, Karangasem pada Rabu, 18 November 2020.

Bacaan Lainnya

Menurut Gede Dana, selanjutnya jika dirinya terpilih menjadi Bupati Karangasem pada Pilkada 9 Desember mendatang, pihaknya akan semaksimal mungkin membantu mengembangkan dan memasarkan endek Sidemen agar mampu mensejahterakan para perajin.

“Nanti akan ada pengadaan pakaian ASN, misal dalam seminggu ada beberapa kali penggunaan pakaian kerja endek. Dengan demikian, perajin akan didayagunakan,” katanya.

Selain itu, lanjut Gede Dana, untuk melindungi motif endek atau songket agar tidak diklaim pihak lain, maka ke depan motif endek dan songket akan dipatenkan. Langkah ini dilakukan supaya tidak ada saling klaim motif, serta supaya motif tenun Sidemen tidak dibikin produk massal dengan menggunakan cetakan pabrik.

“Jika dibiarkan menjadi produk cetakan, tentu akan mematikan perajin tenun. Kita tidak bisa biarkan ini terjadi, makanya akan mematenkan motif tenun sehingga perajin akan terlindungi,” ujarnya.

Pada tempat yang sama, anggota DPRD Karangasem asal Sidemen, Wayan Sumatra menjelaskan bahwa sudah saatnya rakyat memiliki harapan baru dengan memiliki pemimpin baru. Pemimpin yang akan membawa masa depan lebih baik, menuju Karangasem Era Baru.

“Sejak 2015, angka PAD terus menurun. Padahal ada potensi galian C, yang bisa diibaratkan mutiara terpendam. Aktivitas galian C naik, anehnya PAD malah turun. Artinya ada kebocoran. Ada salah kelola. Jadi mari kalau ingin Karangasem berubah, kita pilih Dana-Dipa untuk Karangasem Era Baru,” katanya berapi-api.

Selain Wayan Sumatra, kampanye ini juga dihadiri Ketua Tim Pemenangan Independen Nengah Suadi dan tokoh masyarakat Ida Bagus Rai Gama. Kampanye ini berlangsung di Geria Batan Cempaka yang merupakan kediaman Ida Bagus Putu Muter.  (LE-KR1)

Pos terkait