Badung, LenteraEsai.id – Tim Nasional (Timnas) Selancar Indonesia melakukan uji papan selancar untuk mematangkan persiapan akhir menjelang debut cabang olahraga selancar pada ajang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
“Untuk saat ini persiapan sudah memasuki tahap terakhir, hari ini kita uji papan untuk mempersiapkan papan-papan yang akan dibawa ke Jepang, di mana kita mengantisipasi karena kemungkinan ada badai (typhoon) jadi ada kemungkinan ombak besar,” kata Pelatih Timnas Selancar Indonesia Dylan Amar.
Dylan di sela latihan di Pantai Berawa, Kabupaten Badung, Selasa, menjelaskan, pada latihan pematangan ini porsi latihan berat bagi seluruh atlet dikurangi agar kondisi fisik mereka tetap prima saat pertandingan dimulai.
“Saat ini kondisi atlet semua dalam kondisi prima sehingga minggu ini porsi latihan sudah menurun, kita hanya fokus untuk latihan-latihan ringan untuk mempersiapkan di Jepang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa rombongan timnas dijadwalkan bertolak lebih awal ke Jepang pada 19 September untuk memaksimalkan adaptasi dengan karakter ombak sebelum mulainya sesi latihan resmi.
Dari latihan ini diputuskan setiap atlet Timnas Selancar Indonesia akan membawa lima papan untuk menyesuaikan jenis ombak yang berbeda.
Pada Asian Games 2026, Pelatih Timnas Selancar Indonesia itu menargetkan medali emas pada sektor putra untuk mengamankan tiket Olimpiade serta raihan perak atau perunggu pada tim putri.
Optimisme ini juga disampaikan atlet selancar putra Indonesia I Made Pajar Ariyana yang menyatakan siap secara fisik maupun teknis untuk bersaing dengan para peselancar tangguh Asia.
“Persiapan sudah mantap, sudah sangat siap untuk berkompetisi, optimisme pastinya 100 persen, tubuh kuat, semua sudah kuat, tinggal bertanding saja,” kata Pajar.
Pajar mengungkapkan, persaingan di Asian Games 2026 diperkirakan berlangsung ketat, terutama dengan kehadiran peselancar tuan rumah Jepang dan Tiongkok, tapi meski begitu, ia percaya diri dengan lima papan selancar yang dipersiapkannya.
“Dari persaingan cukup ketat, ada Tiongkok dan Jepang dengan pemain kualitas tinggi tapi membuat gempurlah Indonesia, tetap maju, papan yang saya coba hari ini juga rasanya sudah bagus, tinggal meluncur saja dan targetnya yang pasti bawa emas untuk Indonesia,” tutur Made Pajar.
Atlet selancar putri Indonesia Kya Jo Heuer menceritakan rutinitas latihan intensif yang telah dijalaninya bersama tim demi mencapai kondisi puncak.
“Seminggu lalu kami persiapan di gym untuk fleksibilitas dan kekuatan, serta banyak sekali latihan di laut, setiap hari latihan selancar sekitar dua jam di pagi hari dan sorenya di gym satu hingga dua jam,” kata dia.
Jelang pertandingan, Kya sendiri serius pada upaya menjaga fokus dengan melakukan meditasi dan mendengarkan musik.
Atlet Timnas Selancar Indonesia lainnya yaitu Jasmine Michelle Studer, juga mengaku siap setelah melewati latihan intensif secara bertahap selama delapan bulan terakhir untuk menghadapi berbagai karakter ombak di Aichi.
“Kita sekarang latihan banyak, sudah delapan bulan, tapi dua bulan terakhir latihannya sangat ekstrem, ekarang sudah siap dan sangat bersemangat,” ujar Jasmine.
Jasmine sendiri yang telah mengantongi pengalaman bertanding di berbagai ajang kualifikasi internasional mengaku tidak merasa gentar menghadapi persaingan di tingkat Asia. (LE)
Source: ANTARA







