Denpasar, LenteraEsai.id – Dua unit rumah sasaran fisik Satgas TMMD ke-109 Kodim 1611/Badung di wilayah Banjar Kertajiwa, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, telah berhasil dibedah tuntas 100 persen.
Bedah rumah milik warga I Wayan Riki dan I Wayan Wardana itu, telah rampung dikerjakan oleh anggota Satgas yang diterjunkan ke lapangan, kata Dansatgas TMMD ke-109 Kodim 1611/Badung Kolonel Inf I Made Alit Yudana di Denpasar, Sabtu (10/10).
“Saya mendapatkan laporan bahwa pengerjaan bedah rumah milik 2 warga di Banjar Kertajiwa, Desa Kesiman Kertalangu, telah selesai dilakukan. Yang cukup menggembirakan, bahwa pengerjaan lebih cepat selesai dari waktu yang diperkirakan sebelumnya,” ujarnya.
Selaku Dansatgas TMMD ke-109 Kodim 1611/Badung, Kol Alit Yudana mengapresiasi semangat kerja para personel di lapangan, sembari menyatakan bahwa berbagai pengerjaan sasaran fisik lainnya kini masih berjalan lancar serta kondisi personel Satgas tetap aman dan sehat, termasuk kebersamaan dan bahu-membahu dengan warga tetap kondusif.
Kolonel Alit Yudana juga menjelaska, sampai pada hari ke-18 (Jumat, (9/10/2020) pelaksanaan TMMD pengerjaan sasaran fisik berupa pembangunan 2 unit jembatan dengan panjang 3 meter dan lebar 2 meter sudah mencapai 94 persen.
Kemudian perabatan jalan sepanjang 500 meter, lebar 2,4 meter dengan volume 600 meter kubik, telah tergarap mencapai 40 persen. Untuk pembuatan senderan atau decker dengan panjang 700 meter, lebar atas 0,4 meter, lebar bawah 0,8 meter, tinggi 2 meter dengan volume 593,04 meter kubik, telah mencapai hasil 61 persen, ujarnya.
Sementara di lokasi kegiatan, Pasiter Kodim 1611/Badung Mayor Inf Made Mustika mengatakan, sejauh ini semua sasaran baik itu fisik maupun non fisik dapat berjalan berbarengan. Siang hari semua personel Satgas fokus pada pengerjaan sasaran fisik, sementara pada malam hari sesuai jadwal, diisi dengan pelaksanaan sasaran non fisik berupa sosialisasi ataupun penyuluhan yang melibatkan dari berbagai instansi terkait, seperti pihak Kodim 1611/Badung, kepolisian dan juga instansi Pemerintah Kota Denpasar.
Sehubungan sejak beberapa hari ini hujan turun cukup lebat, Mayor Mustika sempat mengingatkan personel yang turun ke lapangan agar jangan sampai menjadi kendala dalam mengerjaan sasaran fisik yang telah ditetapkan.
Terkait sudah tuntasnya pengerjaan bedah rumah, pemilik rumah Wayan Riki dan I Wayan Wardana, senada menyampaikan terima kasih kepada petugas Satgas TMMD Kodim 1611/Badung, terlebih bedah rumah dapat selesai lebih cepat dari yang ditargetkan sebelumnya.
“Kami berdua sangat berterima kasih kepada Satgas TMMD, rumah kami saat ini sudah selesai dibedah dan dibenahi, dan tentunya menjadi layak untuk ditempati. Matur suksma banget sampun puput sareng-sareng dikerjakan (terima kasih sekali, sudah selesai dikerjakan dan ini kita lakukan bersama),” ucap I Wayan Riki dengan wajah sumeringat dan bersyukur.
Warga lainnya I Nyoman Wardana yang kesehariannya bekerja sebagai petani Banjar Kertajiwa, mengatakan adanya Satgas TMMD ke 109 Kodim 1611/Badung di wilayah desanya, dirinya merasa senang bisa bergaul dekat dengan anggota TNI.
“Saya dan warga sangat mendukung sekali program TMMD ke-109 Kodim 1611/Badung, di mana Bapak-bapak TNI bersama warga membangun jembatan, merabat jalan, membuat senderan dan bedah rumah warga kami,” ujarnya.
Sebagai petani dirinya melihat apa yang dikerjakan Satgas TMMD ke-109 Kodim 1611/Badung telah memberikan manfaat dan sumbangsih kepada para petani di Desa Kesiman Kertalangu.
“Pas kebetulan juga sawah saya berdekatan dengan pembangunan senderan serta akses jalan yang dibangun untuk mempermudah bisa ke sawah, terima kasih kepada Bapak-papak TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-109 Kodim 1611/Badung,” katanya.
Ke depan bila sudah selesai jembatan dan jalannya akan banyak warga masyarakat yang memanfaatkan sebagai lintasan olahraga bahkan foto-foto dengan latar belakang sawah yang hijau dan sejuk.
“TMMD ke-109 Kodim 1611/Badung menjadi kabanggaan kami sebagai warga Desa Kesiman Kertalangu, apalagi desa kami merupakan desa budaya dan desa wisata, sehingga pembangunan fasilitas ini menjadi pendukung pengembangan desa sebagai tujuan wisata di wilayah Kota Denpasar,” ucapnya, menambahkan. (LE-DP)







