Amlapura, LenteraEsai.id – Geliat dukungan untuk pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem nomor urut 01 Gede Dana dan Artha Dipa (Dana-Dipa) kini semakin tidak terbendung, terbukti telah merambah hingga ke berbagai pelosok desa.
Telengan, sebuah perkampungan padat penduduk di bagian lereng selatan sebuah bukit yang masuk ke dalam wilayah Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, sontak turut ambil bagian menyatakan dukungan kepada pasangan Dana-Dipa.
“Kami pastikan, pada Pilkada Desember mendatang, pasangan Dana-Dipa akan menang sedikitnya 65 persen di wilayah Gegelang,” kata Made Dharmayasa, tokoh masyarakat setempat, penuh semangat.
Made Dharmayasa menyampaikan hal itu pada acara kampanye untuk pasangan Dana-Dipa yang berlangsung di Wantilan Banjar Adat Telengan, Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Minggu (4/10/2020) siang.
Kegiatan yang tampak berlangsung penuh kekeluargaan itu dihadiri Ketua DPD PDI Perjungan Provinsi Bali Wayan Koster, di samping Dana-Dipa yang adalah pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem yang akan bertarung di kancah Pilkada pada Desember mendatang.
Tokoh yang kerap dijuluki sebagai ‘Telengan-1’ itu melanjutkan, pihaknya menyakini kemenangan untuk Dana-Dipa akan cukup telak di daerahnya, mengingat masyarakat sudah lama merindukan adanya pemimpin yang mampu membawa kebaruan menuju Karangasem yang lebih baik.
“Masyarakat percaya Dana-Dipa akan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik itu. Karenanya, kami akan berada dalam ‘satu jalur’ untuk memastikan kemenangan Dana-Dipa. Hidup satu jalur, hidup Dana-Dipa,” teriaknya lantang, disambut tepuk tangan hadirin yang bergemuruh panjang.
Mendapat kabar yang cukup menggembirakan, calon Bupati Karangasem Gede Dana menyatakan terima kasih, seraya mengharapkan etikad baik dan solid masyarakat Telengan, Gegelang, dapat terus dipertahankan untuk kemajuan Karangasem bersama Dana-Dipa nantinya.
Di hadapan pendukungnya, Gede Dana mengaku rela meninggalkan kursinya di Gedung Dewan selaku Ketua DPRD Karangasem. “Saya tinggalkan itu, lalu saya turun ke masyarakat karena prihatin dengan apa yang terjadi selama ini di kabupaten tempat kelahiran kita,’ ujarnya, meyakinkan.
Ia sempat menyoroti tentang adanya sejumlah ‘kebocoran’ di lapangan, misalnya di sektor galian C dan bidang lain. “Juga saya prihatin melihat begitu banyak potensi besar di Karangasem, akan tetapi tidak dikelola dengan baik dan benar,” katanya, menandaskan.
Potensi-potensi besar di Karangasem tersebut, lanjut Gede Dana, antara lain berupa kekayaan garis pantai yang terpanjang kedua di Bali, lengkap dengan pemandangan menariknya. Ada Pantai Amed, Tulamben, Bias Putih, White Beach, Bias Tugel dan sejumlah pantai menawan lainnya.
“Potensi-potensi ini akan saya garap untuk bisa mendatangkan dolar, bila nanti saya terpilih menjadi Bupati Karangasem,” ujarnya seraya menambahkan, belum lagi sektor pendidikan, kesehatan atau pertanian yang menunggu harus dikembangkan.
Khusus di bidang pertanian, kata Gede Dana, di setiap kecamatan nantinya akan dipetakan jenis tanahnya, sehingga penanaman tumbuhan yang nantinya perlu dikembangkan, akan disesuaikan dengan jenis dan kondisi tanahnya.
Bangun Kampus
Dia meneruskan, untuk bidang pendidikan juga akan diprioritaskan. Bahkan, Gede Dana berharap dapat terwujudkan pembangunan perguruan tinggi di Karangasem selama kepemimpinannya.
Jumlah lulusan sekolah SMK atau SMA di Karangasem, selama ini di atas 5.000 per tahun. Jadi betapa mubadzirnya jika tidak ada perguruan tinggi, yang dapat menampung para lulusan itu. Dengan adanya perguruan tinggi, lulusan SMA dan SMK nantinya tidak repot ke daerah lain untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Jika saja ada perguruan tinggi di Karangasem, tentu nantinya juga akan ada warga yang buka kos, jual makanan, alat-alat kebutuhan belajar mengajar dan lain-lain. Ini artinya ekonomi masyarakat akan bergerak,” kata pria asal Abang, Karangasem, yang adalah tokoh berjemur di dunia perpolitikan.
Gede Dana menjelaskan, selain pendidikan, pihaknya juga bakal mencanangkan program jemput pasien secara gratis, jika dirinya terpilih menjadi Bupati Karangasem.
“Ini bukan sekedar wacana, karena mobil sudah ada. Sudah siap. Dengan demikian, program jemput pasien secara gratis tidak sulit direalisasikan. Mari kita satu jalur, menjalankan visi misi Nangun Sat Kertih Loka Bali, agar Karangasem Era Baru terwujudkan,” kata Gede Dana di akhir orasinya. (LE-KR1)







