Amlapura, LenteraEsai.id – Dukungan untuk pasangan paket Dana-Dipa (Gde Dana-Artha Dipa) menuju tampuk kursi Karangasem 1, semakin nyata dan menunjukkan totalitas.
Selain dukungan warga yang makin solid, yang terbaru Dana-Dipa mendapatkan amunisi baru setelah Partai Hanura dengan tegas menyampaikan dukungan dalam sebuah rekomendasi yang dikeluarkan DPP partai tersebut pada 29 Juli lalu.
Tak ingin rekomendasi yang sudah ditandatangani Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang dan Sekjen I Gede Pasek Suardika itu dibilang abal-abal, Ketua DPC Partai Hanura Karangasem I Made Arnawa kembali mengeber rekomendasi tersebut dalam sebuah rapat yang dipimpin Ketua DPC PDI Perjuangan Karangasem I Gede Dana di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Jalan Ahmad Yani Amlapura, Sabtu (15/8).
Arnawa hadir dalam rapat penguatan pergerakan kedua kader partai tersebut, ditemani Sekretaris DPC Partai Hanura Karangasem I Nyoman Ginantra Antara dan dua anggota Fraksi Bhineka (Hanura) DPRD Karangasem I Wayan Budi SH dan I Komang Diwi Purwa Adisusila. Sedangkan dari PDI Perjuangan hadir organisasi sayap, badan-badan, serta pengurus partai lainnya. Hadir juga dalam pertemuan itu Ketua Tim Pemenangan Independen Dana-Dipa I Nengah Swadi SH.
“Saya tegaskan, rekomendasi Partai Hanura untuk mengusung paket Dana-Dipa dalam Pilkada nanti bukan abal-abal. Rekomendasinya sah karena sudah ditantangani langsung Pak Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang,” tegas Arnawa, sambil menunjukkan SK Rekomendasi DPP Partai Hanura untuk Dana-Dipa bernomor No 110, tertanggal 28 Juli 2020 lalu.
Menurut Arnawa, DPC Partai Hanura Karangasem memiliki kepentingan untuk membuka rekomendasi tersebut di hadapan kedua kader partai. Masalahnya, kubu ‘sebelah’ (Mas Sumatri-Sukerana), saat ini sengaja menghembuskan isu bahwa rekomendasi tersebut baru bersifat penugasan semata. Bukan hanya itu, manuver politik yang dimainkan kader Partai NasDem I Gusti Putu Artha, juga membuat pihaknya terlecut untuk membuka rekomendasi Hanura untuk Dana-Dipa ke publik.
“Sampai saat ini kubu ‘sebelah’ masih berusaha untuk melakukan lobi-lobi agar Partai Hanura bisa lagi berada dalam pelukan Koalisi Karangasem Hebat. Tapi saya tegaskan itu tidak akan mungkin terjadi. Apalagi Sekjen kami adalah asli orang Karangasem. Bliau orangnya sangat berkomitmen dan tahu betul kondisi Karangasem saat ini,” tegas Arnawa.
Penegasan rekomendasi Hanura yang disampaikan Arnawa itu, mendapat sambutan hangat dari Ketua Tim Independen Dana-Dipa I Nengah Swadi dan peserta rapat yang hadir saat itu. Menurut Swadi, rekomendasi Partai Hanura tersebut merupakan pilihan hati nurani yang dilabuhkan kepada paket Dana-Dipa membangun perubahan menuju Karangasem Era Baru.
“Hanura hadir mengusung paket Dana-Dipa, berangkat dari hati nurani untuk bersama-sama membangun perubahan menuju Karangasem Era Baru,” ucap Swadi.
Sementara itu, kandidat calon Bupati Karangasem yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Karangasem, I Gede Dana, pada kesempatan itu mulai memperkenalkan atribut partai pengusung dan nama paket calon Bupati dan Wakil Bupati Karangasem yang akan diusung dalam Pilkada 9 Desember 2020.
“Nama pasangan calon yang akan diusung PDI Perjuangan dan Partai Hanura adalah Dana-Dipa. Nama ini terlahir dari hasil kajian pengurus dan tim termasuk juga koalisi kita Partai Hanura,” ucap Gede Dana. Dengan demikian, sebutan sebelumnya Dana-Artha praktis ditiadakan. (LE-KR1)







