Dewa Rai Hidup ‘Go Green’, Sejak Kecil Dekat dengan Alam

Kabag Humas Pemkot Denpasar yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai

Denpasar, LenteraEsai.id – Sejak kecil hidup bersentuhan dengan alam, membuat Kabag Humas Pemkot Denpasar yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai, tidak pernah canggung turun ke pematang sawah atau kali-kecil kecil di perkampungan.

“Ketika kecil, saya setiap hari mandi Tukad Unda, karena saya lahir di Desa Akah-Klungkung. Jarak desa sekitar 1 km dengan Tukad Unda. Jika ada waktu senggang, saya dan teman-teman bermain di sungai sambil menangkap ikan. Jadi kehidungan alam yang masih alami, selalu menjadi perhatian saya hingga sekarang,” ujar pria yang akrab dipanggil Dewa Rai, ketika ditemui ruangan kerjanya baru-baru ini.

Kecintaan pada lingkungan, tidak lantas luntur ketika Dewa Rai kemudian memutuskan pindah ke Denpasar untuk melanjutkan pendidikan di universitas. Hingga kemudian berlanjut saat dirinya menjadi CPNS usai dinyatakan lulus tes di lingkup Pemprov Bali pada tahun 1992.

“Puji syukur Hyang Widhi, tanpa melalui tes berkali-kali, artinya hanya mengikuti tes satu kali saja, saya dinyatakan lulus tes CPNS. Atas kelulusan ini, saya ditempatkan di bagian staf organisasi selama dua tahun,” ujarnya.

Setelah menjalani masa dua tahun pengabdian di bagian staf organisasi, Dewa Rai kemudian dipindahkan sebagai staf Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar. Pengabdian bekerja di staf Humas Pemkot Denpasar dijalani dengan kesungguhan hati dan penuh dedikasi, sehingga perlahan-lahan dirinya mendapatkan kepercayaan menjadi Kabag Humas Pemkot Denpasar.

“Kedekatan saya dengan alam tetap bertahan hingga kini. Makanya saya tidak pernah canggung ketika mendampingi pimpinan Bapak Wali Kota untuk melakukan peninjauan ke lapangan. Kadang ke jalan-jalan baru yang kondisinya masih berlumpur atau dipenuhi ilalang,” kata suami dari Desak Nyoman Warashati.

Selain itu, Dewa Rai sejak dini juga mengajarkan pada ketiga buah hatinya (Desak Gede Krisna Mahadewi, Dewa Gede Rama Mahadewa dan Desak Gede Sinta Mahaswari) untuk dekat dengan alam. Jika ada waktu luang atau liburan, ia memilih mengajak keluarga untuk melakukan lintas alam. Seperti di Kintamani, Akah, atau di sejumlah pedesaan di wilayah Denpasar.

Bahkan, lanjutnya, di rumahnya di lingkungan Sumerta Denpasar Timur, Dewa Rai sengaja menciptakan lingkungan yang hijau di kawasan rumah. Ia menata kebun kecil yang dipenuhi tanaman hias yang berwarna-warni dan terlihat elok, sebagai upaya mendekatkan keluarganya untuk ‘go green’. Dekat dan mencintai lingkungan, untuk menjaga kelangsungan kelestarian bumi.  (LE-DP)

Pos terkait