Trisno Nugroho: QRIS Solusi Bangkitkan Pariwisata di Tatanan Kehidupan Era Baru

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali Trisno Nugroho

Gianyar, LenteraEsai.id- Gubernur Bali Wayan Koster dan rombongan kembali melakukan serangkaian kegiatan ‘Road To Penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali’ yang mulai dilaksanakan sejak 9 Juli 2020 lalu.  

Sampai saat ini sudah 8 kabupaten/kota di Bali yang telah dilakukan kunjungan, yaitu Kota Denpasar, Kabupaten Karangasem, Buleleng, Tabanan, Badung, Klungkung, Jembrana dan pada Sabtu (25/7) ini merambah ke Kabupaten Gianyar. Dengan demikian. tinggal 1 kabupaten lagi yang belum dikunjungi, yaitu Kabupaten Bangli.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan itu Gubernur Bali didampingi Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Wakil Bupati Gianyar AA Gde Mayun, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali Trisno Nugroho, Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma, Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa, dan sejumlah stakeholder.

Pandemi Covid-9 telah memberikan dampak pertumbuhan ekonomi Bali mengalami kontraksi karena wisatawan mengalami penurunan yang sangat tajam. Oleh karena itu Bank Indonesia sangat mendukung implementasi penerapan tatanan kehidupan era baru. Karena melalui penerapan tatanan kehidupan era baru ini diharapkan secara perlahan ekonomi Bali kembali bangkit.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali Trisno Nugroho mengatakan, dipilihnya Monkey Forest Ubud di Kabupaten Gianyar sebagai termpat dilakukannya kegiatan ini, adalah sangat tepat karena merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan, baik domestik dan internasional. Terlebih lagi, lokasinya yang strategis di Ubud sebagai kawasan yang sudah populer sebagai episentrum budaya dan wisata alam, menjadikan Monkey Forest ini sebagai tujuan yang tidak mungkin dilewatkan oleh wisatawan saat berkunjung ke Bali.

Oleh karena itu, penerapan tatanan kehidupan era baru menjadi penting dilakukan terutama menyambut datangnya wisatawan saat Monkey Forest dibuka kembali nantinya, ujar Trisno.

Penerapan tatanan kehidupan era baru tidak hanya mengedepankan pada protokol kesehatan berupa pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak saja, tetapi juga harus mencakup kegiatan penyelesaian transaksi pembayaran secara nontunai atau berbasis digital yang antara lain dengan menggunakan QRIS.

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Bank Indonesia menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang dapat diaplikasikan di semua sektor khususnya sektor pariwisata yang menuntut semuanya harus serba cepat, mudah, murah, dan aman. Selain itu, QRIS sebagai kanal pembayaran juga menjadi solusi untuk membangkitkan sektor pariwisata dalam tatanan kehidupan era baru karena mendukung faktor clean, health dan safety yang meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi, kata Trisno. 

“Pada hari ini, kita semua dapat melihat dan meninjau bahwa Monkey Forest Ubud tidak hanya sudah menyediakan sarana dan prasarana protokol kesehatan tetapi juga telah mempersiapkan cara bertransaksi secara digital yaitu menggunakan QRIS seperti pembelian tiket masuk hingga penjualan pupuk hasil pengolahan sampah yang ada di area Monkey Forest. Saya berharap penggunaan QRIS ini ke depan dapat semakin diperluas hingga destinasi-destinasi wisata lainnya di Ubud. Harapannya, dengan dioptimalkannya penggunaan QRIS selain mampu mencegah risiko penularan virus juga mampu mendukung kegiatan ekonomi masyarakat Ubud Gianyar khususnya Desa Padangtegal, ujar Trisno, mengharapkan.

Ia mengatakan, beberapa perbankan juga turut hadir pada acara pagi hari ini, maka dalam kesempatan ini pihaknya memberikan apresiasi kepada perbankan di Bali yang telah berupaya mendukung perluasan penggunaan QRIS di seluruh Bali.  Hal ini terbukti jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS per 17 Juli 2020 telah mencapai 108.573 merchant, meningkat sebesar 314% dibandingkan dengan awal tahun 2020 yang hanya sebanyak 25.483 merchant. Dari angka tersebut, sebaran di Kabupaten Gianyar masih di kisaran 8,1% atau sebanyak 8.797 merchant.

“Kami yakin setelah implementasi digitalisasi di Monkey Forest ini, akan semakin mendorong percepatan dan perluasan implementasi penggunaan QRIS di Bali dan khususnya di Kabupaten Gianyar,” katanya.

Kunci keberhasilan penerapan tatanan kehidupan era baru ini adalah adanya kerja sama dari semua pihak mulai dari pemerintah, perbankan, pelaku usaha dan masyarakat.  Bank Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali, kabupaten/kota, pengelola desa, BPD Bali dan Badan Musyawarah Perbankan Bali, bersinergi menjadikan Desa Padangtegal tidak hanya siap menerapkan tatanan kehidupan era baru, tetapi juga telah siap menjadi Kawasan Wisata Berbasis Digital.  

Sekali lagi, apresiasi saya sampaikan atas kerja sama dan koordinasi yang baik selama ini dengan Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Gianyar, perbankan serta masyarakat. Saya sangat meyakini, apabila kerja sama yang telah terjalin ini dapat terus kita tingkatkan di semua sektor sosial dan ekonomi, maka sebagaimana harapan Bapak Presiden Jokowi, pada triwulan III ini ekonomi Bali akan mulai bangkit kembali,” ujar Trisno, optimistis.  (LE-GN)

Pos terkait